Bentengi Infrastruktur Desa, Inilah Fungsi Pembangunan Talud di Cikuya

More articles

Brebes, investigasi.news – Memasuki pekan akhir di bulan Februari, progres fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan. Pada Sabtu (28/02/2026), fokus utama pekerjaan diarahkan pada percepatan pembangunan talud di sepanjang sisi jalan utama Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes.

Pembangunan talud ini merupakan bagian krusial dari proyek infrastruktur TMMD kali ini. Keberadaannya bukan sekadar pelengkap jalan, melainkan benteng pertahanan tanah untuk mencegah longsor dan menjamin keawetan jalan beton yang sedang dibangun agar tidak tergerus oleh aliran air saat musim penghujan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kesibukan luar biasa sejak pagi hari. Personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat tampak bahu-membahu menyusun batu belah dan mengaduk semen. Cuaca yang cukup cerah pada pengujung Februari ini dimanfaatkan secara maksimal oleh tim di lapangan untuk mengejar target persentase yang telah ditetapkan.

Dansatgas TMMD Reguler ke-127, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menegaskan bahwa pembangunan talud adalah prioritas teknis guna memastikan struktur jalan memiliki daya tahan jangka panjang.

“Talud ini adalah fondasi keamanan. Tanpa penahan tanah yang kuat, jalan beton yang kita bangun berisiko cepat rusak akibat pergerakan tanah atau erosi air. Hari ini kita kerahkan personel tambahan bersama warga agar pemasangan batu bisa selesai tepat waktu sebelum curah hujan kembali meningkat,” ujar Letkol Inf Ambariyantomo.

Antusiasme warga Desa Cikuya juga tidak surut. Kehadiran TNI di tengah-tengah mereka memberikan energi baru bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi membangun wilayahnya sendiri. Tidak jarang, warga secara sukarela menyiapkan logistik tambahan bagi para pekerja sebagai bentuk apresiasi.

Keberhasilan pembangunan talud ini sangat dinantikan oleh warga, mengingat Desa Cikuya memiliki kontur tanah yang sebagian besar berupa perbukitan dan lahan miring.

“Dulu kalau hujan besar, tanah di pinggir jalan ini sering amblas sedikit-sedikit. Dengan adanya talud dari Bapak-bapak TNI, kami merasa lebih tenang. Jalannya jadi lebih lebar dan kokoh,” ungkap Sekod kades cikuya.

Dengan sisa waktu yang ada, Satgas TMMD 127 Kodim 0713/Brebes optimis seluruh sasaran fisik, baik jalan, talud, maupun renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), akan rampung 100 persen sebelum penutupan program. Semangat gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tetap menjadi kekuatan utama dalam pembangunan daerah tertinggal. Scm

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest