BREBES – Suasana pagi di depan Balai Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Minggu (01/03/2026), tampak sedikit berbeda dari biasanya. Di antara hiruk-pikuk kesibukan Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes yang bersiap menuju lokasi sasaran fisik, terselip cerita hangat dari seorang penjual bubur bayi sehat bernama Ibu Eni (42).
Sambil tangannya cekatan melayani para ibu yang mengantre sarapan untuk balita mereka, mata Ibu Eni kerap tertuju pada barisan prajurit yang melintas. Baginya, kehadiran sosok TNI di desanya memberikan warna dan rasa aman yang berbeda.
Bagi Eni, kehadiran Satgas TMMD bukan sekadar tentang pembangunan jalan atau jembatan, melainkan tentang kehadiran sosok pelindung di tengah masyarakat desa.
“Saya itu kalau lihat bapak-bapak TNI rasanya senang sekali, Pak. Rasanya hati itu tenang, merasa aman begitu kalau ada mereka di sini,” ungkap Eni dengan wajah berseri.
Kekaguman Eni terhadap korps baju loreng ini rupanya sudah tertanam sejak lama. Ia mengaku selalu menaruh hormat pada disiplin dan kegagahan para prajurit, terutama para personel muda yang tampak penuh semangat mengabdi di desanya.
Ada cerita menarik sekaligus haru di balik kekagumannya. Eni sempat memiliki impian besar agar salah satu buah hatinya bisa mengenakan seragam kebanggaan tersebut. Namun, takdir berkata lain.
“Apalagi yang masih muda-muda itu, Pak, gagah-gagah. Dulu saya kepengin sekali punya anak jadi TNI, tapi anak saya perempuan semua, Pak,” ujarnya sambil tertawa kecil dan tersenyum simpul, mengenang impiannya yang sederhana namun penuh makna tersebut.
Meskipun mimpinya tidak terwujud secara langsung melalui sang buah hati, kehadiran Satgas TMMD di Desa Cikuya seolah menjadi pelipur lara. Baginya, melayani para prajurit yang sesekali mampir atau sekadar menyapa di depan lapak buburnya sudah menjadi kebanggaan tersendiri.
Terpisah, Dansatgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, Letkol Inf Ambariyantono, S.Hub.Int., mengapresiasi sambutan hangat dari warga seperti Ibu Eni. Menurutnya, respons emosional warga adalah bukti bahwa TNI benar-benar manunggal dengan rakyat.
“Tujuan kami di sini memang untuk rakyat. Jika warga merasa aman dan senang dengan kehadiran kami, itulah keberhasilan non-fisik yang paling hakiki dalam TMMD ini,” tutur Letkol Inf Ambariyantono.
Cerita Ibu Eni adalah satu dari sekian banyak potret kecil betapa program TMMD tidak hanya menyatukan batu dan semen, tetapi juga menyatukan hati antara rakyat dan prajuritnya.(Scm)








