Kotamobagu,Investigasi.News—Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu saat ini akan mencari solusi terkait kelangkaan LPG 3 kilogram. Bahkan, Pemkot Kotamobagu akan menggandeng pihak kepolisian untuk mengusut kelangkaan tersebut.
Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi gas bersubsidi tepat sasaran dan mencegah praktik spekulasi.
Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Kotamobagu Sahaya Mokoginta, menegaskan bahwa pengawasan harus berjalan di koridor hukum yang tepat. Mengingat LPG 3 Kg adalah ranah kebijakan pemerintah pusat dan Pertamina. Pemkot Kotamobagu memposisikan diri sebagai pengawas dan jembatan koordinasi.
“Kita tidak boleh melampaui kewenangan, namun juga tidak boleh tinggal diam. Koordinasi adalah langkah strategis agar solusi yang diambil tidak menimbulkan persoalan hukum maupun administratif di kemudian hari,” ucap Sahaya.
Terkait isu penyesuaian kuota di Sulawesi Utara, Pemkot Kotamobagu menjadwalkan pertemuan khusus untuk mendapatkan kepastian data dengan pihak Pertamina Cabang Manado.
Tujuannya untuk memastikan kuota, kejelasan regulasi distribusi, dan mitigasi kelangkaan menjelang Ramadan.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Kotamobagu Noval Manoppo, menekankan bahwa prioritas utama adalah masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro.
Pemkot Kotamobagu telah melayangkan surat resmi kepada Pertamina untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.
“LPG 3 Kg adalah barang subsidi. Kami akan terus mengawal agar hak masyarakat kecil tidak terganggu oleh pola distribusi yang salah,” tegas Noval.
Untuk menjaga kondusivitas, Pemerintah Kota Kotamobagu mengeluarkan tiga poin imbauan utama.
Pertama dilarang menimbun, dimana pemilik pangkalan diinstruksikan menyalurkan stok sesuai data dan dilarang keras melakukan penimbunan.
Kedua transparansi jadwal, pangkalan wajib menginformasikan jadwal distribusi secara terbuka kepada warga untuk menghindari kepanikan.
Lapor pelanggaran, masyarakat diminta melapor ke pihak berwajib jika menemukan indikasi penyimpangan distribusi dengan menyertakan bukti yang jelas.
Dengan langkah koordinatif ini, Pemkot berharap kepastian stok LPG 3 kg di Kotamobagu segera kembali stabil sehingga kebutuhan harian masyarakat dapat terpenuhi secara adil.(**)








