Stok Aman, TPID Kabupaten Malang Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

More articles

Kabupaten Malang – Pemerintah Kabupaten Malang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memastikan kesiapan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1447 H. Kepastian tersebut mengemuka dalam High Level Meeting yang digelar di Ruang Rapat Anusapati, Rabu (4/3).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si, mewakili Bupati Malang, dan dihadiri unsur Bank Indonesia Perwakilan Malang, Badan Pusat Statistik (BPS) Malang, Forkopimda, Bulog, Pertamina, Hiswana Migas, Kadin Kabupaten Malang, serta perangkat daerah terkait.

Ketahanan Pangan Surplus, Tetap Waspada Komoditas Rentan

Sekda Budiar menegaskan, secara fundamental ketahanan pangan Kabupaten Malang berada pada level aman dan surplus. Berdasarkan data BPS, neraca pangan menunjukkan ketersediaan padi 118.085 ton dengan surplus 48.881 ton. Komoditas lain juga mencatatkan surplus, di antaranya bawang merah (8.434 ton), cabai rawit (16.394 ton), daging ayam (335 ton), telur ayam (3.467 ton), dan daging sapi (206 ton).

“Secara kuantitatif, kapasitas pasokan cukup untuk menopang lonjakan permintaan Ramadan dan Idul Fitri. Namun komoditas hortikultura yang sensitif terhadap cuaca serta protein hewani dengan stok relatif tipis tetap perlu diwaspadai,” ujar Budiar.

Ia menambahkan, sektor pertanian Kabupaten Malang memiliki fondasi kuat dengan luas lahan padi sekitar 40 ribu hektare. Harga gabah kering panen berada di kisaran Rp6.500–Rp7.000/kg, termasuk yang tertinggi di Jawa Timur. Produktivitas panen perdana varietas SUKMA bahkan mencapai 12 ton per hektare.

Di sektor hortikultura, luas tanam mencapai 40 ribu hektare dengan komoditas unggulan bawang merah varietas Batu Ijo, jeruk, dan melon.

Harga Bergejolak, Cabai Rawit Dominan

Dari sisi harga, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Malang menunjukkan volatilitas cukup tajam. Januari 2026 sempat berada di angka -3,00, lalu melonjak menjadi 2,53 pada awal Februari dan bergerak di kisaran 1,39–2,32 hingga pekan ketiga.

Lonjakan 5,53 poin ini mencerminkan tekanan musiman akibat peningkatan permintaan serta curah hujan tinggi yang mengganggu produksi hortikultura. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, cabai rawit menjadi penyumbang utama fluktuasi harga, diikuti daging ayam ras dan bawang merah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Dedy Prasetyo, melaporkan inflasi Februari 2026 sebesar 0,75% (month-to-month) atau 4,81% (year-on-year), didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta perawatan pribadi.

“Curah hujan menengah hingga tinggi pada Maret berpotensi menekan produksi hortikultura dan meningkatkan risiko inflasi pangan menjelang Idul Fitri. Dalam tren HBKN 2022–2025, cabai rawit konsisten menjadi penyumbang inflasi tertinggi,” jelasnya.

Intervensi Pasar dan Digitalisasi Diperkuat

Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Malang menggencarkan Gerakan Pangan Murah dan Pasar Lebaran Maret 2026. Ke depan, intervensi diperkuat melalui pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi bersama ID Food dan optimalisasi sistem pemantauan harga SIHARKEPO di 21 pasar.

Bank Indonesia juga merekomendasikan perluasan kerja sama antar daerah (KAD), operasi pasar, serta peningkatan kualitas neraca pangan daerah guna menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali. Dari sisi digitalisasi, indeks TP2DD semester II tercatat 96 persen dan masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, pertumbuhan QRIS menunjukkan tren positif sebagai akselerator transaksi ekonomi.

Tahun 2025, Kabupaten Malang mencatat pertumbuhan ekonomi 5,9 persen, peringkat ketiga se-Jawa Timur.

Stok Bulog Aman, Satgas Pangan Siaga

Dari aspek distribusi, Perum Bulog Sub Divre Malang mengelola 31 gudang dengan kapasitas total 93.980 ton. Stok beras di Gudang Kebonagung sekitar 18 ribu ton. Hingga awal Maret, realisasi pengadaan setara beras mencapai 23.883 ton atau 31 persen target tahunan. Program SPHP terealisasi 15.983 ton (64 persen target), sementara distribusi Minyakita mencapai 120.451 liter.

Satgas Pangan Polres Malang memastikan tidak ada temuan penimbunan hingga awal Maret, dengan respons pengaduan kurang dari 24 jam. Harga sejumlah komoditas relatif stabil, meski cabai rawit merah masih tinggi di kisaran Rp80.000/kg akibat gangguan pasokan cuaca.

Situasi Terkendali, Kewaspadaan Tetap Prioritas

Secara keseluruhan, TPID Kabupaten Malang menyimpulkan kondisi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H berada dalam situasi relatif terkendali dengan pasokan aman dan instrumen stabilisasi aktif.

Namun demikian, kewaspadaan terhadap volatilitas harga hortikultura, kelancaran distribusi, serta pengendalian ekspektasi inflasi tetap menjadi prioritas. Sinergi TPID dan TP2DD, penguatan produksi lokal, serta koordinasi lintas sektor menjadi fondasi menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat Kabupaten Malang secara berkelanjutan.

Guh

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest