BREBES, investigasi.news – Senyum sumringah terpancar dari wajah Satomi (70), seorang petani lansia asal Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo. Minggu pagi (8/3/2026), ia tampak melangkah mantap menuju sawah miliknya meski wilayah tersebut baru saja diguyur hujan lebat semalam suntuk.
Pemandangan ini jauh berbeda dibanding beberapa bulan lalu. Sebelum adanya program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, akses jalan menuju areal pertanian warga tersebut selalu menjadi momok saat musim penghujan karena kondisi tanah yang becek, licin, dan berlumpur pekat.
Dengan langkah yang pelan namun pasti, Mbah Satomi mengaku kini jauh lebih tenang saat hendak beraktivitas ke sawah. Pembangunan jalan yang dilakukan Satgas TMMD telah mengubah jalur ekstrem tersebut menjadi akses yang nyaman.
“Biasanya kalau habis hujan lebat seperti semalam, saya takut lewat sini karena lumpurnya dalam dan licin sekali. Tapi sekarang alhamdulillah, jalannya sudah bagus dan enak dilewati. Saya tidak khawatir terpeleset lagi,” ujar Satomi dengan nada penuh syukur.
Mendengar testimoni langsung dari warga, Dandim 0713/Brebes selaku Dansatgas TMMD, Letkol Inf Ambariyantomo, S.Hub.Int., menyatakan bahwa kebahagiaan warga seperti Mbah Satomi adalah indikator keberhasilan utama dari program ini.
“Tujuan utama kami adalah memberikan solusi bagi kesulitan masyarakat. Melihat warga seperti Ibu Satomi bisa ke sawah dengan aman meskipun setelah hujan lebat, itulah esensi dari kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegas Letkol Inf Ambariyantomo.
Beliau menambahkan bahwa pengerjaan fisik jalan ini merupakan bagian dari Program Unggulan Kasad, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang mengedepankan pembangunan infrastruktur tepat guna di wilayah perdesaan. Dengan akses jalan yang mumpuni, diharapkan roda perekonomian dan mobilitas warga Desa Cikuya, dari yang muda hingga lansia, dapat meningkat secara signifikan.(SCM)








