Bupati Malang Resmikan Mini MRF dan Canangkan Gerakan Indonesia ASRI

More articles

PONCOKUSUMO, investigasi.news – Bupati Malang, Sanusi, mengajak seluruh elemen masyarakat berkomitmen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan demi mewujudkan Kabupaten Malang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Ajakan tersebut disampaikan saat meresmikan Mini Material Recovery Facility (MRF) pada UPT Pengolahan Persampahan Tumpang sekaligus mencanangkan Program Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) di wilayah Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut berlangsung di TPA Paras, Kecamatan Poncokusumo, Kamis (12/3) pagi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Vice President of Global Program and Circularity Alliance to End Plastic Waste (AEPW) Mr. Tet Toth, pimpinan PT Milion Limbah Indonesia Alex Chandra, Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, Kapolres Malang AKBP Mohammad Taat Resdianto, jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Malang, serta para camat se-Kabupaten Malang.

Dalam arahannya, Bupati Malang menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah penduduk, meningkatnya aktivitas ekonomi, serta perubahan pola konsumsi masyarakat berdampak langsung terhadap meningkatnya volume timbulan sampah setiap hari.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan pengelolaan sampah yang lebih progresif dan berkelanjutan. Pengelolaan sampah tidak lagi hanya berfokus pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga harus diarahkan pada upaya pengurangan, pemilahan, serta pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna sejak dari sumbernya.

“Hadirnya MRF UPT Pengolahan Persampahan Tumpang merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Malang dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada pemulihan sumber daya,” ujar Bupati Malang.

Ia berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat berfungsi sebagai pusat pemilahan dan pengolahan sampah. Dengan demikian, material yang masih memiliki nilai ekonomis dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang, sementara volume sampah residu yang harus dibuang ke tempat pemrosesan akhir dapat diminimalkan.

Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam pengelolaan sampah yang menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen secara nasional.

“Semoga upaya pengurangan sampah di Kabupaten Malang dapat semakin optimal sekaligus mendukung terciptanya pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Malang juga mencanangkan Program Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) di wilayah Kabupaten Malang.
“Gerakan ini merupakan upaya untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan, kesehatan, serta kualitas lingkungan hidup,” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat luas agar dapat bersinergi dan berkolaborasi menyukseskan gerakan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana semata, tetapi juga sangat bergantung pada perubahan perilaku serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Edukasi, sosialisasi, dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” tegas Bupati Malang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest