Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Sosial menunjukkan respons cepat dalam penanganan bencana kebakaran yang terjadi di wilayah Kecamatan Tanjung Raya. Atas arahan Bupati Agam, bantuan darurat langsung disalurkan kepada korban sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Nagari Koto Gadang Anam Koto, Jorong Kampuang Ateh, pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Kebakaran hebat itu menghanguskan satu unit rumah permanen beserta seluruh isinya, serta turut melalap satu unit mobil dan satu sepeda motor yang berada di lokasi.
Dinas Sosial Kabupaten Agam yang dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial, Villa Erdi, melalui perwakilannya Feri Dunda selaku Fungsional Pekerja Sosial (Peksos), turun langsung ke lokasi pada Jumat (3/4/2026) untuk menyerahkan bantuan kepada keluarga korban. Penyerahan bantuan turut didampingi oleh Wali Nagari Koto Gadang VI, Amran, serta Wali Jorong Kampuang Ateh.
Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan dasar seperti beras, telur, mi instan, minyak goreng, serta perlengkapan sandang dan kebutuhan keluarga lainnya, di antaranya tikar, handuk, sabun, kasur, paket family kit, pakaian anak (kidswear), dan terpal.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.
“Kami bergerak cepat sesuai arahan Bupati Agam untuk memastikan korban segera mendapatkan bantuan dasar. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik maupun kendaraan.
“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan rutin memeriksa instalasi listrik serta kondisi kendaraan di rumah. Pencegahan sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.
Selain itu, Villa Erdi menegaskan bahwa Dinas Sosial akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi korban pasca kejadian, termasuk kemungkinan bantuan lanjutan jika dibutuhkan.
“Dinas Sosial tidak hanya hadir saat penyerahan bantuan awal, tetapi juga akan terus memantau kondisi keluarga korban ke depan, agar mereka dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” tutupnya.
Menurut keterangan saksi mata, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik pada sebuah mobil yang tengah terparkir di area rumah. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan utama, diperparah oleh kondisi angin kencang di kawasan sekitar Danau Maninjau.
Dalam kejadian tersebut, pemilik rumah dilaporkan mengalami luka bakar saat berupaya menyelamatkan diri dan barang berharga. Korban segera dievakuasi warga ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Warga setempat sempat berjibaku memadamkan api secara gotong royong dengan peralatan seadanya sambil menunggu kedatangan armada pemadam kebakaran. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penanganan lanjutan serta penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Pemerintah Kabupaten Agam mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, guna meminimalisir risiko kerugian di masa mendatang.
Daji
















