Nabire – Praktik perjudian togel di Nabire diduga kembali beroperasi secara terang-terangan. Situasi ini memicu sorotan keras dari publik dan mendorong desakan agar aparat penegak hukum tidak lagi setengah hati dalam bertindak.
Di tengah keresahan tersebut, Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) secara tegas mendesak Polres Nabire segera turun tangan mengusut tuntas dugaan kebangkitan jaringan togel di Kota Nabire, Provinsi Papua Tengah. Nama “Mama Umi” pun kembali mencuat dan disebut-sebut sebagai sosok yang berada di balik kendali aktivitas tersebut.
Desakan ini bukan tanpa dasar. Ketua WGAB, Yerry Basri Mak, mengungkapkan pihaknya menerima laporan masyarakat dalam beberapa hari terakhir terkait aktivitas togel yang kembali berjalan. Lokasi yang disebut mengarah ke kawasan samping Jepara, Kota Nabire—wilayah yang sebelumnya sempat ditertibkan aparat.
“Kami menerima laporan langsung dari masyarakat. Aktivitas ini bukan isu lama, tapi sudah kembali berjalan,” ujarnya, Sabtu (24/4/2026).
Lebih jauh, Yerry menegaskan bahwa kemunculan kembali praktik ini menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat. Apalagi, sebelumnya aparat telah melakukan penertiban. Kini, ketika aktivitas yang sama muncul lagi, publik mulai mempertanyakan konsistensi penegakan hukum.
“Sebelumnya sudah ditutup oleh aparat, tapi sekarang kembali muncul. Nama Mama Umi kembali disebut,” tegasnya.
Situasi ini, menurut WGAB, tidak bisa dianggap sebagai pelanggaran biasa. Ada dugaan kuat bahwa praktik tersebut berjalan dengan dukungan pihak tertentu, sehingga sulit disentuh hukum. Karena itu, WGAB menolak jika penindakan hanya berhenti pada pelaku kecil di lapangan.
“Tidak mungkin aktivitas ini berjalan tanpa ada yang membackup. Kami minta polisi mengusut siapa saja yang berada di balik praktik ini,” kata Yerry dengan nada keras.
Lebih lanjut, WGAB mengingatkan bahwa pembiaran terhadap praktik perjudian hanya akan memperburuk kondisi sosial masyarakat. Oleh sebab itu, aparat diminta bertindak tegas dan transparan jika dugaan ini terbukti.
“Kalau benar masih beroperasi, harus segera ditindak. Penegakan hukum harus konsisten, tidak boleh tebang pilih,” tambahnya.
Sebelumnya, aparat kepolisian diketahui telah melakukan penertiban terhadap praktik perjudian di wilayah tersebut. Namun fakta bahwa aktivitas serupa kembali muncul menimbulkan dugaan adanya celah pengawasan atau bahkan permainan di balik layar.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Nabire belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Jhon

















