Iklan muba
Iklan muba

Perkuat Kajian Historis, Departemen Sejarah FIS UNP Gelar Seminar Nasional Hubungan Minangkabau-Kampar

More articles

Padang – Program Studi Pendidikan Sejarah UNP menggelar Seminar Nasional bertajuk “Hubungan Sejarah dan Kebudayaan Minangkabau dengan Kampar” di Aula Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Sabtu (25/4/2026).

Dalam sambutannya, Dr. Aisiah, M.Pd., selaku Kepala Departemen Sejarah menyampaikan bahwa seminar ini merupakan tindak lanjut kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mata kuliah Sejarah dan Kebudayaan Minangkabau yang dilaksanakan di Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar tanggal 16-18 Januari 2026 lalu. Dalam kegaitan ini juga dilakukan penandatangan implementasi Kerjasama yang telah dilakukan pada tahun 2025 lalu antara Prodi Pendidikan Sejarah dengan Pemerintah Desa Pulau Gadang.

Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi mahasiswa sejarah untuk melakukan penelitian lebih mendalam, pengabdian masyarakat, serta pelestarian nilai kearifan lokal di masa depan

Acara ini dibuka secara langsung oleh wakil Dekan bidang akademis dan kemahasiswaa FIS UNP, Dr. Hasrul Piliang, M,Si. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan akademis ini dan menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan praktisi adat untuk memperkaya wawasan keilmuan mahasiswa.

Seminar ini menghadirkan narasumber langsung dari Kampar, yakni Kepala Desa Pulau Gadang, Syofian, SH., MH., N.LP., Dt. Majosati. Kehadiran tokoh adat sekaligus praktisi pemerintahan ini dimaksudkan untuk memberikan perspektif autentik mengenai keterkaitan emosional dan kultural antara kedua wilayah tersebut. Sementara UNP juga menghadirkan akademisi, dosen sejarah UNP, yakni Dr. Hendra Naldi, S.S, M. Hum dan Dr. Rusdi, M.Hum.

Dr. Rusdi, M.Hum, membedah transformasi kepemimpinan di Desa Pulau Gadang. Beliau menekankan adanya pergeseran dari sistem kepemimpinan otonom ke pola kolaboratif dengan pemerintahan desa formal. Meski kepala desa dipilih secara demokratis, legitimasinya tetap memerlukan pengukuhan dari pemimpin adat. Selanjutnya, Dr. Hendra Naldi, S.S., M.Hum., memberikan tinjauan historis mengenai Kampar sebagai bagian integral dari Pucuak Rantau Minangkabau yang secara spasial dihubungkan oleh jalur transportasi sungai di masa lalu. Beliau menyoroti perubahan keruangan di Desa Pulau Gadang akibat pembangunan PLTA Koto Panjang yang mengubah pola pemukiman masyarakat, namun tetap menegaskan bahwa identitas kultural dan memori kolektif mereka tetap bertahan sebagai bagian dari entitas budaya Minangkabau tetap kokoh terjaga.

Kepala desa Pulau Gedeng, Syofian Dt. Majosati, memperkuat argumen tersebut dengan menyatakan bahwa Kampar dan Minangkabau adalah satu kesatuan nilai adat yang tidak terpisahkan. Hubungan ini didasarkan pada kesamaan dalam sistem kekerabatan matrilineal, kesamaan dalam adat, tradisi, dan peran ninik mamak, masih berakar pada filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, serta, rekam jejak sejarah dimana Kampar pernah menjadi bagian dari Residen Sumatra Barat pada masa kolonial Belanda.

Ketiga narasumber membedah hubungan Minangkabau dan Kampar secara komprehensif, mulai dari hubungan historis hingga penerapan nilai-nilai adat yang masih relevan hingga saat ini. Kehadiran narasumber dari unsur pemerintah desa dan akademisi ini memberikan wawasan yang utuh bagi para mahasiswa mengenai akar budaya yang mereka teliti selama KKL.

Turut hadir dalam kegiatan akademis ini mantan Rektor UIN Susqa; Prof. Dr. H. Munzir Hutami, Dr. Khairil Ilyas, serta budayawan Kampar, Drs. Latif Khasim. Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, terbukti dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Mahasiswa aktif menggali lebih dalam mengenai pola migrasi, kesamaan dialek, hingga struktur adat yang ada di Kampar.

Dengan adanya kegiatan ini, Prodi Pendidikan Sejarah FIS UNP membuktikan komitmennya untuk tidak hanya mempelajari sejarah melalui teks dan kuliah di ruang kelas, tetapi juga aktif merajut kembali silaturahmi kebudayaan melalui aktivitas kuliah kerja lapangan. (FIS)

#unp #universitasnegeripadang #alamtakambangjadiguru #sdgs4 #sdgs11 #sdgs17

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest