Jakarta, Investigasi.news – PT Adhi Karya (Persero) Tbk membukukan pendapatan usaha sebesar Rp. 2,9 triliun pada Triwulan I 2026. Pendapatan Perseroan berasal dari kontribusi Joint Operation (JO) sebesar Rp. 1,2 triliun dan Non Joint Operation (NJO) sebesar Rp. 1,7 triliun.
Sementara itu, total produksi sampai dengan Triwulan I 2026 adalah senilai Rp. 2,9 triliun.
Mengutip detik.com Jum’at (01/05), Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari proyek infrastruktur seperti proyek Jalan Tol Jogja Bawen Paket 1, proyek Jalan Tol Solo Jogja 1.1, dan proyek EPCC Jetty Propylene
Hal ini juga sejalan dengan perolehan kontrak baru PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk pada triwulan I 2026 sebesar Rp. 4,72 triliun hingga Triwulan I 2026. Capaian tersebut tumbuh 131,5% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan kinerja Perseroan yang tetap solid serta konsisten menjaga tren pertumbuhan positif di awal tahun.
“Dari sisi profitabilitas, Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp. 553 miliar. EBITDA Perseroan tercatat meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp. 464 Miliar. Pada tingkat bottom line, Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp. 154 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp. 317 juta,” ujar Corporate Secretary PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk, Rozi Sparta dalam keterangannya, Kamis (30/04).
“Hal ini menunjukan pemulihan kinerja PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk yang sudah kembali positif di triwulan I 2026 dari hasil fundamental business review yang telah dilakukan pada laporan audited tahun buku 2025,” imbuhnya.
Ia mengatakan dari sisi profitabilitas, Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp. 553 miliar. EBITDA Perseroan tercatat meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp. 464 Miliar.
“Pada tingkat bottom line, Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp.154 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp. 317 juta. Hal ini menunjukan pemulihan kinerja PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk yang sudah kembali positif di triwulan I 2026 dari hasil fundamental business review yang telah dilakukan pada laporan audited tahun buku 2025,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan sampai dengan Triwulan I 2026, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp. 28,1 triliun, sedangkan total liabilitas tercatat sebesar Rp. 24,7 triliun dan ekuitas sebesar Rp. 3,5 triliun. Rasio Debt to Equity Ratio (DER) berbasis Interest Bearing Debt tercatat sebesar 2,4 kali, rasio EBITDA to Interest (TIE) tercatat sebesar 2,55 kali, dan Current Ratio tercatat sebesar 1,01 kali.
“Semua rasio tersebut telah memenuhi covenant Obligasi PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk yang menunjukan komitmen PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk dalam menjaga kepercayaan kepada para Pemegang Obligasi dan Investor lainnya,” jelasnya.
Di tengah kondisi industri konstruksi yang masih menantang, Perseroan tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis melalui penerapan operational excellence, pengelolaan cash flow yang disiplin, serta selektivitas dalam perolehan proyek baru.
“Perseroan juga terus mendorong proyek-proyek dengan profil pembayaran dan margin yang sehat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka panjang,” pungkasnya. Km


















