Iklan muba

Gerakan Serentak TTD di Sumberpucung: 1.301 Siswi SMP/MTs Disasar untuk Cegah Anemia Sejak Dini

More articles

 

Sumberpucung – Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kecamatan Sumberpucung tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga aksi nyata yang menyentuh isu kesehatan remaja. Melalui gerakan serentak konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), perhatian terhadap kesehatan generasi muda, khususnya remaja putri, ditegaskan sebagai prioritas bersama.

Kegiatan Minum TTD di SMPN 1 Sumberpucung

Program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mendorong pelaksanaan minum TTD secara serentak bagi siswi SMP/MTs. Pada Senin pagi, 4 Mei 2026, kegiatan dilaksanakan serempak di seluruh sekolah tingkat menengah pertama di wilayah tersebut, dengan melibatkan sebanyak 1.301 siswi dari 10 SMP dan MTs.

Pelaksanaan Minum TTD di SMP Muhammadiyah Sumberpucung

Pelaksanaan di lapangan berlangsung terkoordinasi dengan baik. Tim dari Puskesmas Sumberpucung, dipimpin oleh penanggung jawab gizi Naila Syaidah dan penanggung jawab UKS Rahmat Kurniawan, turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan distribusi sekaligus konsumsi TTD berjalan optimal dan tepat sasaran.

Tablet Tambah Darah merupakan intervensi penting dalam mencegah anemia pada remaja putri—kondisi yang kerap luput dari perhatian, namun memiliki dampak jangka panjang. Selain berpengaruh pada konsentrasi dan produktivitas belajar, anemia juga berisiko memengaruhi kesehatan reproduksi dan meningkatkan potensi stunting di masa depan.

Distribusi TTD di Ponpes Al Huda Sumberpucung

Data Puskesmas Sumberpucung menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja usia 12–18 tahun di wilayah ini mencapai 35 persen. Angka tersebut menjadi alarm serius sekaligus landasan kuat dilaksanakannya gerakan ini secara masif dan berkelanjutan.

Dukungan penuh datang dari pihak sekolah. Kepala SMP Negeri 2 Sumberpucung, Davit Harijono, menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dengan tenaga kesehatan. “Kami tidak hanya mendukung kegiatan ini, tetapi juga akan mengintegrasikan edukasi konsumsi TTD sebagai bagian dari budaya hidup sehat di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Puskesmas Sumberpucung, drg. Rahmawati Daha, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan investasi jangka panjang. “Remaja putri hari ini adalah calon ibu di masa depan. Upaya pencegahan anemia sejak dini berarti kita sedang membangun fondasi bagi generasi yang lebih sehat dan berkualitas,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar momentum tahunan, gerakan ini diharapkan menjadi kebiasaan berkelanjutan bagi remaja putri. Kolaborasi erat antara sektor pendidikan dan kesehatan menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat, produktif, dan bebas anemia.

Guh

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest