Iklan muba

Menjemput Janji di Tanah Suci, Perjalanan Panjang Ketua PW IWO Sumut Menuju Baitullah

More articles

Medan, investigasi.new – Langkah kaki Amri Abdi, S.I.Kom (47) terasa lebih ringan dari biasanya saat ia melangkah masuk ke Asrama Haji Medan, Minggu (10/5/2026), sekira pukul 06.15 Wib pagi.

Di balik seragam batik biru hitam yang dikenakannya, berdegup kencang rasa syukur yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Setelah penantian panjang selama 13 tahun, mimpi yang disimpan rapat di dalam hati akhirnya berlabuh pada kenyataan, dirinya akan segera menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Seorang wartawan senior dan juga menjabat sebagai ketua Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online Sumatera Utara (PW IWO Sumut), kesehariannya terbiasa memburu berita, kini tengah bersiap memburu ridho dan keberkahan. Bersama sang istri tercinta, Amri akan menuntaskan rindu yang telah mengendap sejak 2013 silam.

“Keinginan ini sudah ada sejak 2013 lalu. Sejak saat itu, tekad saya sudah bulat. Saya ingin sekali menjadi tamu Allah,” ujar Amri saat ditemui di sela-sela prosesi keberangkatan di Asrama Haji Medan.

Bagi Amri, perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan puncak dari sebuah kesabaran dan kerja keras yang panjang. Menjadi bagian dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Pemko Medan, Amri dan sang istri kini tercatat sebagai jemaah di Kloter 17.

Di balik kesibukannya sebagai seorang jurnalis dan ketua PW IWO Sumut, Amri tak pernah luput memanjatkan doa agar langkahnya menuju Baitullah dimudahkan. Baginya, bisa berangkat bersama sang istri adalah anugerah terbesar yang melengkapi ibadahnya tahun ini.

Sambil menanti panggilan keberangkatan menuju bandara, Amri tak henti-hentinya memanjatkan doa. Ia menyadari sepenuhnya bahwa perjalanan ini adalah panggilan suci yang tak semua orang berkesempatan untuk merasakannya.

“Harapan saya hanya satu, semoga ibadah kami di Tanah Suci nanti diterima, segala doa dimakbulkan, dan kami bisa kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur,” tutupnya dengan suara yang bergetar penuh harap.

Siang itu, di tengah kerumunan jemaah, Amri Abdi bukan lagi seorang wartawan yang mencari kutipan berita. Ia adalah seorang hamba yang tengah bersiap menjemput janji Ilahi, meninggalkan sejenak hingar-bingar dunia jurnalisme demi menyempurnakan rukun Islam yang kelima. (Man).

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest