Iklan

Jon Edwar Soroti Pendidikan dan Infrastruktur saat Reses di Pakan Labuah

More articles

Humas DPRD — Anggota DPRD Kota Bukittinggi, Jon Edwar, melaksanakan reses perorangan Masa Sidang II Tahun 2025/2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Kamis (30/4/2026). Kegiatan berlangsung di Lapangan Voli Pakan Labuah, Kelurahan Pakan Labuah, dan dihadiri unsur kecamatan, niniak mamak, bundo kanduang, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta ratusan warga.

Dalam reses tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait sektor pendidikan dan infrastruktur dasar. Jon Edwar menegaskan bahwa pendidikan merupakan urusan wajib pemerintah yang harus menjadi perhatian bersama demi masa depan generasi bangsa.

“Pendidikan merupakan urusan wajib pemerintahan yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat harus disikapi secara serius demi masa depan generasi penerus,” ujar Jon Edwar kepada awak media usai kegiatan.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan warga ialah keterbatasan fasilitas di SD Negeri 07 Pakan Labuah. Sekolah dengan jumlah siswa sekitar 330 orang itu hanya memiliki enam unit toilet, sementara yang layak digunakan hanya tiga unit. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan kesehatan peserta didik.

Selain fasilitas dasar, masyarakat juga mengeluhkan minimnya perangkat digital penunjang pembelajaran. Di tengah tuntutan digitalisasi pendidikan, sekolah-sekolah dinilai masih kekurangan sarana seperti komputer dan perangkat pendukung lainnya.

Warga berharap Pemerintah Kota Bukittinggi dapat memberikan perhatian serius terhadap penyediaan fasilitas digitalisasi, baik di tingkat SD maupun SMP, guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih modern dan efektif.

Tak hanya bidang pendidikan, masyarakat juga menyampaikan persoalan infrastruktur. Di antaranya pembangunan dam penahan tebing di sebelah utara SMP Negeri 7 yang belum rampung dan dikhawatirkan memicu longsor saat curah hujan tinggi.

Permasalahan banjir di kawasan Pakan Labuah, khususnya di Nagari Kapala Koto, juga kembali disampaikan warga karena dinilai belum mendapat penanganan optimal.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Jon Edwar menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh masukan masyarakat melalui pembahasan bersama komisi terkait di DPRD serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bukittinggi.

“Seluruh aspirasi ini akan kami bahas bersama di DPRD guna mencari solusi terbaik. Kami juga akan berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas PUPR, untuk mengatasi persoalan banjir dan infrastruktur lainnya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti persoalan genangan air di depan Masjid Jami Tigo Baleh yang kerap terjadi saat hujan deras. Menurutnya, perlu dilakukan kajian teknis guna mengetahui penyebab utama, termasuk kemungkinan ketidaksesuaian kapasitas drainase dengan debit air saat ini.

Selain itu, isu kemacetan di sekitar jembatan fly over turut menjadi perhatian. Jon Edwar menilai perlu adanya ketegasan aparat ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum) dalam menertibkan parkir kendaraan dan aktivitas pedagang di badan jalan agar arus lalu lintas tetap lancar.

Melalui kegiatan reses ini, DPRD Kota Bukittinggi menegaskan komitmennya dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya terkait peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan infrastruktur, penanganan banjir, dan ketertiban lalu lintas demi kesejahteraan warga. Yas

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest