Purbalingga – Deru mesin molen terdengar bersahutan dengan suara cangkul yang menghantam batu di Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2026).
Di tengah mendung yang menggantung di langit perbukitan, puluhan prajurit TNI bersama warga masih sibuk merampungkan pembangunan jalan desa yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.
Tak jauh dari lokasi pekerjaan, beberapa anak tampak berlari kecil melintasi jalan yang kini mulai tertutup aspal hitam. Pemandangan itu terasa berbeda dibanding beberapa bulan lalu, ketika jalan yang sama masih dipenuhi lumpur dan sulit dilalui kendaraan.

Bagi masyarakat Desa Krangean, perubahan itu bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Ia adalah awal dari lahirnya harapan baru.
Selama bertahun-tahun, warga hidup dalam keterbatasan akses. Saat hujan turun, jalan desa berubah menjadi licin dan berlumpur. Kendaraan sering kesulitan masuk, bahkan warga harus saling membantu ketika ada kendaraan yang terjebak di tengah jalan.
Anak-anak sekolah menjadi salah satu pihak yang paling merasakan sulitnya akses tersebut. Mereka harus berjalan perlahan melewati jalan becek setiap pagi demi bisa sampai ke sekolah. Tak jarang sepatu dan seragam mereka dipenuhi lumpur sebelum pelajaran dimulai.
“Kalau musim hujan dulu susah sekali. Jalan licin, kendaraan sering nggak bisa lewat. Kami kalau mau jual gula merah juga harus ekstra perjuangan,” tutur Misdi (54), warga Desa Krangean RT 11/RW 03.

Desa Krangean memang dikenal sebagai salah satu penghasil gula merah tradisional di Kabupaten Purbalingga. Namun kondisi jalan yang rusak membuat distribusi hasil produksi warga sering terhambat.
Akibatnya biaya transportasi meningkat dan harga jual hasil produksi masyarakat menjadi kurang maksimal.
Tak hanya berdampak pada ekonomi, keterbatasan akses juga memengaruhi pelayanan masyarakat. Dalam kondisi darurat, ambulans sering kesulitan mencapai permukiman warga. Bahkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis sempat terkendala karena kendaraan pengantar tidak mampu menjangkau beberapa titik sasaran.
Relawan harus berjalan kaki menembus jalan berlumpur. Sebagian penerima manfaat bahkan menggunakan jasa ojek dengan biaya yang lebih mahal dibanding nilai bantuan yang diterima.
Kondisi itulah yang kemudian mendorong hadirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga di Desa Krangean.
Program yang resmi dibuka pada 22 April 2026 dan berlangsung hingga 21 Mei 2026 itu menjadi titik awal perubahan bagi masyarakat desa.
Di tangan Satgas TMMD bersama warga, jalan yang dulu penuh keterbatasan perlahan mulai berubah menjadi akses yang lebih layak.
Hingga hari ke-24 pelaksanaan TMMD, progres pembangunan menunjukkan hasil signifikan.
Pelebaran jalan sepanjang 1.173 meter dengan lebar lima meter telah selesai 100 persen. Pembangunan talud dan drainase juga rampung seluruhnya.
Sementara pembangunan rabat beton mencapai 93 persen dan pengaspalan jalan sepanjang 324 meter kini telah mencapai progres 80 persen.
Selain pembangunan jalan, TMMD juga menghadirkan pembangunan Jembatan Garuda atau Jembatan Armco yang menjadi penghubung strategis antara Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara dengan Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga.
Jembatan tersebut menjadi harapan baru masyarakat untuk mempercepat akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.
Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I mengatakan TMMD hadir sebagai bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat desa.
“Melalui TMMD, kami ingin membantu mempercepat pembangunan di wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Yang terpenting bukan hanya pembangunan fisiknya selesai, tetapi manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ujarnya.
Menurut Dandim, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan menjadi kekuatan utama keberhasilan TMMD di Desa Krangean.
“Semangat gotong royong warga sangat luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa kebersamaan antara TNI dan rakyat mampu menghadirkan perubahan nyata,” katanya.
Perkembangan pembangunan di Desa Krangean juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, saat meninjau lokasi TMMD bersama Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Sterad pada Senin (12/5/2026), mengaku optimistis program tersebut akan memberikan dampak besar bagi masyarakat.
“Kami melihat langsung progres pembangunan berjalan sangat baik. TMMD bukan hanya membangun jalan, tetapi membuka akses kehidupan masyarakat. Ketika akses terbuka, ekonomi akan bergerak lebih cepat dan pelayanan masyarakat menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara Satgas TMMD dan warga yang dinilai mampu mempercepat pembangunan desa.
“Gotong royong seperti ini adalah kekuatan utama pembangunan desa. Semangat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat harus terus dijaga,” kata Dimas.
Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga juga menghadirkan berbagai program sosial bagi masyarakat.
Sebanyak 10 unit Rumah Tidak Layak Huni direnovasi, lima unit MCK dan fasilitas air bersih dibangun, serta program ketahanan pangan dilakukan melalui pengolahan lahan pertanian dan bantuan bibit ikan lele.
Sebanyak 7.300 pohon juga ditanam sebagai bagian dari penghijauan lingkungan. Sementara bantuan stunting disalurkan kepada masyarakat untuk mendukung kesehatan ibu dan anak.
Berbagai penyuluhan dan pelayanan masyarakat turut dilaksanakan mulai dari kesehatan, pertanian, wawasan kebangsaan, UMKM, administrasi kependudukan hingga perpustakaan keliling.
Bagi masyarakat Desa Krangean, perubahan yang kini terjadi terasa begitu berarti.
“Sekarang jalan sudah halus bagus dan mulai diaspal. Kami senang karena aktivitas jadi lebih mudah. Kami berharap ekonomi warga juga semakin baik,” ujar Kasniah (58), warga Dusun Watu Tumpang Desa Krangean.

Menjelang sore, aktivitas pembangunan masih terus berjalan. Prajurit TNI dan warga tampak tetap bekerja meski langit mulai gelap.
Di tengah suasana itu, satu hal mulai terasa jelas di Desa Krangean. Bahwa satu jalan yang dibangun hari ini ternyata mampu menghadirkan seribu harapan baru bagi masyarakat.
Harapan tentang pendidikan yang lebih mudah dijangkau. Harapan tentang ekonomi yang kembali bergerak. Dan harapan tentang masa depan desa yang tak lagi tertinggal.
Dari Desa Krangean, TMMD kembali membuktikan bahwa membangun negeri selalu dimulai dari mendengar kebutuhan rakyat kecil.
TMMD Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga, satukan langkah, membangun negeri dari desa. Scm



















