Padang – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai memicu perubahan pola konsumsi masyarakat. Sejumlah SPBU di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman mencatat peningkatan antrean kendaraan setelah sebagian pengguna beralih dari BBM nonsubsidi ke Bio Solar.
Meski terjadi lonjakan permintaan, pengawas dan pemilik SPBU memastikan stok BBM subsidi masih dalam kondisi aman dan distribusi dari Pertamina berjalan normal guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pengawas SPBU 13.251.510 Ampang Kota Padang, Erik, mengungkapkan bahwa pasca penyesuaian harga BBM non subsidi, terjadi pergeseran konsumsi bahan bakar, terutama dari pengguna Dexlite dan Pertamina Dex ke Bio Solar.
“Memang ada peningkatan antrean karena sebagian pengguna kendaraan beralih ke Bio Solar. Namun, kami sudah mengantisipasi dengan menambah stok Solar dan menambah operator di nozzle pengisian agar antrean bisa terurai lebih cepat,” ujar Erik.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar pelayanan tetap optimal di tengah meningkatnya volume kendaraan yang mengisi BBM subsidi.
Selain memperkuat pasokan, pihak SPBU juga meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan guna mencegah kepadatan berlebih di area pengisian. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus menghindari potensi gangguan distribusi di lapangan.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM, pihak SPBU memastikan pasokan dari Pertamina masih berjalan sesuai kuota dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Dengan koordinasi yang terus diperkuat antara SPBU dan Pertamina, kebutuhan BBM subsidi masyarakat di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman diharapkan tetap terpenuhi, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.
Mebri



















