JEPARA investigasi.news, 7 Juni 2026 – Pemerintah Desa Tigajuru, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, kembali menggelar rangkaian kegiatan Sedekah Bumi Tahun 2026 sebagai agenda tahunan yang sarat nilai budaya, spiritual, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan yang berlangsung sejak Mei hingga Juni 2026 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan warga sekaligus menggerakkan potensi desa.
Rangkaian acara diawali dengan selamatan bersama warga Desa Tigajuru, dilanjutkan ziarah ke makam leluhur desa sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa membangun dan menjaga wilayah tersebut. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini menjadi simbol penghargaan terhadap sejarah dan identitas desa.
Tidak hanya bernuansa budaya dan religius, Sedekah Bumi Tigajuru juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik. Di antaranya donor darah, pelayanan kios administrasi kependudukan (Adminduk), serta Bazar UMKM yang memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan dan memasarkan produk unggulannya kepada masyarakat.
Suasana semakin meriah dengan hadirnya hiburan rakyat bersama OM 97.1 Musik Jepara, yang menjadi sarana rekreasi sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Puncak kegiatan akan digelar melalui Pengajian Umum “Tigajuru Bersholawat” yang menghadirkan Habib Muhsin bin Abdul Qodir Al-Aydrus dan KH. Muhammad Mudhofir sebagai penceramah, serta diiringi oleh Hadroh Nuruddin. Acara tersebut diperkirakan akan dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah di Kecamatan Mayong dan sekitarnya.
Kepala Desa (Petinggi) Tigajuru, Khambali, S.H., menegaskan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, kesehatan, dan hasil bumi yang diberikan selama setahun terakhir.
“Sedekah Bumi merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana memohon keselamatan, menjaga kerukunan warga, menghormati leluhur, serta melestarikan budaya yang telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Tigajuru,” ujarnya.
Menurut Khambali, pelaksanaan Sedekah Bumi juga diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Kami bersama seluruh perangkat desa berkomitmen mengoptimalkan pelayanan dalam berbagai bidang demi kemakmuran dan kemajuan masyarakat. Bazar UMKM, pelayanan Adminduk, hingga kegiatan sosial merupakan bagian dari upaya membangun desa yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” tambahnya.
Pelaksanaan Sedekah Bumi Desa Tigajuru 2026 menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat berjalan beriringan dengan pembangunan desa modern. Melalui perpaduan nilai spiritual, budaya, ekonomi, dan pelayanan masyarakat, Desa Tigajuru terus memperkuat jati diri sekaligus membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh warganya.
Sedekah Bumi Tigajuru bukan hanya perayaan tradisi, tetapi juga cerminan semangat gotong royong, pelayanan, dan pembangunan yang berakar kuat pada budaya serta kebersamaan masyarakat desa.
Petrus







