Sebagai bentuk komitmen dalam menjamin keselamatan operasional kereta api serta mengantisipasi potensi gangguan perjalanan menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa libur sekolah, KAI Divre II Sumbar melaksanakan kegiatan cek lintas menggunakan lori dresin di petak jalan Stasiun Padang–Naras, Kamis (11/6).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya dan diikuti oleh jajaran manajemen dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan operasional dan kondisi prasarana perkeretaapian, meliputi rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, keamanan emplasemen, aset perusahaan, kondisi perlintasan sebidang, hingga sistem drainase pada titik-titik yang berpotensi terdampak banjir.
Selain pemeriksaan lintas, manajemen juga melakukan pemantauan kesiapan operasional di sejumlah stasiun, yaitu Stasiun Tabing, Stasiun Duku, Stasiun Lubuk Alung, Stasiun Pariaman, dan Stasiun Naras guna memastikan seluruh sarana dan prasarana siap mendukung perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan andal.
Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya dalam arahannya saat safety briefing di Stasiun Padang sebelum kegiatan dimulai, menegaskan bahwa budaya keselamatan (safety culture) harus menjadi prioritas utama bagi seluruh insan KAI dalam menjalankan operasional. Ia menginstruksikan seluruh jajaran agar meningkatkan kewaspadaan, disiplin dalam menjalankan prosedur, proaktif mengidentifikasi potensi risiko, serta segera menindaklanjuti setiap temuan di lapangan melalui pengisian formulir Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR), khususnya pada wilayah yang memiliki potensi gangguan akibat kondisi alam dan cuaca ekstrem.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa cek lintas merupakan program rutin yang dilaksanakan secara berkala dan tidak hanya dilakukan menjelang masa libur sekolah. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh prasarana berada dalam kondisi andal, mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini, serta melakukan langkah mitigasi risiko guna menjaga keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api.
“Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, kami memastikan setiap aspek prasarana berada dalam kondisi siap operasi sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” ujar Reza.
Pada kesempatan yang sama, KAI Divre II Sumbar juga melaksanakan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya disiplin berlalu lintas demi mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan.
Reza mengungkapkan bahwa setiap harinya KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 28 perjalanan kereta api penumpang dan 24 perjalanan kereta api barang yang mengangkut klinker dan semen. Dengan tingginya frekuensi perjalanan tersebut, masyarakat diminta untuk selalu berhenti, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum melewati perlintasan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Reza.
Ia menambahkan bahwa tindakan menerobos palang pintu, mengabaikan semboyan 35 (isyarat suara/klakson lokomotif), maupun melanggar rambu-rambu lalu lintas di perlintasan sebidang merupakan pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, pelanggaran tersebut juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum, termasuk tuntutan ganti rugi apabila mengakibatkan kecelakaan atau gangguan operasional kereta api.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan safety talk sebagai forum evaluasi hasil pemeriksaan lintas sekaligus memastikan seluruh temuan di lapangan segera ditindaklanjuti sesuai standar keselamatan yang berlaku.
“KAI Divre II Sumbar akan terus mengedepankan upaya-upaya preventif melalui pemeriksaan operasional maupun prasarana secara berkala, penguatan budaya keselamatan, serta edukasi kepada masyarakat. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci untuk mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pelanggan maupun pengguna jalan,” tutup Reza.







