Banner

Mendagri Pimpin Rapat Inflasi, Pemko Padang Panjang Perkuat Pemantauan Harga Pangan

More articles

Padang Panjang– Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan sebagai langkah menjaga stabilitas inflasi daerah. Upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara virtual, Senin (15/6/2026).

Rakor yang dipimpin Mendagri Tito tersebut diikuti Pemko Padang Panjang melalui Zoom Meeting dari Ruang VIP Balai Kota oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Alvi Sena, serta dihadiri sejumlah OPD terkait.

Dalam arahannya, Tito meminta seluruh kepala daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga komoditas strategis serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Menurutnya, pengendalian inflasi merupakan salah satu prioritas pemerintah karena berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Daerah diminta aktif memantau perkembangan harga kebutuhan pokok, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memastikan ketersediaan pasokan pangan di wilayah masing-masing.

Pada kesempatan tersebut disampaikan, inflasi Kota Padang Panjang untuk Mei 2026 mengacu pada data inflasi Kota Bukittinggi, yakni 3,73 persen year on year (yoy), meningkat dibandingkan April 2026 yang tercatat 2,48 persen yoy. Sementara secara bulanan, terjadi inflasi 0,44 persen month to month (mtm).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kota Padang Panjang pada minggu kedua Juni 2026 tercatat minus 0,32 persen dan masuk kategori fluktuasi rendah. Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan minggu sebelumnya yang berada pada minus 0,34 persen.

Komoditas utama yang memengaruhi pergerakan harga pada periode tersebut antara lain daging sapi, telur ayam ras, dan beras. Penurunan harga daging sapi masih menjadi faktor dominan yang menekan IPH akibat menurunnya permintaan masyarakat pasca-Hari Raya Iduladha serta kembali normalnya pasokan sapi potong.

Alvi Sena menjelaskan, pada minggu kedua Juni terdapat tiga komoditas yang mengalami kenaikan harga, yakni bawang putih, kacang tanah, dan terong. Kenaikan tersebut dipengaruhi berkurangnya pasokan dari daerah penghasil.

Khusus bawang putih, kenaikan harga dipicu oleh ketergantungan terhadap impor serta pengaruh melemahnya nilai tukar rupiah yang berdampak pada distribusi dan pasokan hingga tingkat konsumen.

Sementara itu, delapan komoditas mengalami penurunan harga, yakni daging ayam broiler, telur ayam ras, cabai hijau, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, ikan asin teri, dan seledri.

Untuk komoditas cabai, harga mulai menurun seiring meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi yang memasuki masa panen. Sedangkan pada daging ayam broiler, penurunan harga dipengaruhi meningkatnya pasokan di tingkat peternak serta menurunnya permintaan masyarakat usai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha.

Pemko akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi bersama instansi terkait guna menjaga stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta mengantisipasi potensi gejolak inflasi di daerah. (cigus/Kamal)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest