SUNGAI ALAM, investigasi.news – Menyambut datangnya musim kemarau tahun 2026, Penjabat Kepala Desa Sungai Alam Genta Efri Yuliansyah, A.Md., didampingi jajaran Pemerintah Desa, mengambil langkah proaktif dengan mengintensifkan patroli rutin ke titik-titik rawan kebakaran. Tindakan ini merupakan wujud pelaksanaan instruksi Bupati Bengkalis Kasmarni, S.Sos., M.MP., guna menjaga lingkungan tetap asri dan udara tetap sehat bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Desa Sungai Alam menggandeng Tim Masyarakat Peduli Bencana (MPB) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) untuk bekerja sama. Tim gabungan ini secara rutin memantau wilayah-wilayah yang berpotensi tinggi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain memperketat pengawasan, Pemdes juga menyampaikan imbauan kepada seluruh warga untuk mematuhi tiga langkah utama pencegahan bencana, yaitu:
✅ Dilarang membuka lahan dengan cara dibakar;
✅ Segera melaporkan kepada petugas jika melihat kepulan asap atau tanda-tanda kebakaran mencurigakan;
✅ Menjaga ketersediaan sumber air di sekitar lahan masing-masing sebagai antisipasi jika terjadi keadaan darurat.
“Mari bersama-sama kita jaga desa kita tercinta dari bahaya kebakaran,” ajak pihak Pemdes dalam seruan yang disebarkan melalui media sosial dan papan pengumuman desa.
Upaya pencegahan dan pengawasan yang diperketat ini diharapkan mampu meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, serta mencegah datangnya kabut asap yang kerap mengganggu aktivitas dan kesehatan warga saat musim kemarau panjang melanda wilayah Riau.







