Nasional-Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mendorong percepatan pembangunan nasional melalui penguatan kebijakan tata ruang, termasuk dalam mendukung pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Provinsi Papua Selatan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Jakarta.
Dalam rapat tersebut, Ossy Dermawan memaparkan perkembangan dukungan Kementerian ATR/BPN terhadap pembangunan kawasan strategis nasional di Papua Selatan melalui penyesuaian tata ruang serta percepatan penyusunan perencanaan yang lebih rinci.
Menurutnya, salah satu capaian yang telah terealisasi adalah ditetapkannya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Papua Selatan sebagai landasan hukum dalam pemanfaatan ruang dan pelaksanaan pembangunan di daerah tersebut.
Selain itu, progres penyusunan dokumen tata ruang juga terus menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, empat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) telah ditetapkan secara resmi.
Dari jumlah tersebut, tiga RDTR telah terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS), sehingga dapat mendukung kemudahan proses perizinan berusaha dan investasi di wilayah Papua Selatan.
Dalam mendukung pengembangan kawasan, Kementerian ATR/BPN juga telah menerbitkan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) untuk sejumlah sektor strategis. KKPR tersebut mencakup pengembangan kawasan pangan, pembangunan pelabuhan pendukung, serta pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit.
Melalui langkah-langkah tersebut, Kementerian ATR/BPN menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses pembangunan di Papua Selatan berjalan sesuai tata ruang yang telah ditetapkan, memiliki dasar hukum yang jelas, serta memberikan kepastian dalam pemanfaatan ruang.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) sekaligus memperkuat agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan.
( Wahyu)







