OKI – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMP Negeri 2 Air Sugihan, Jalur 27, Desa Kerta Mukti, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menitikberatkan pembentukan karakter peserta didik melalui pendidikan ramah anak dan kampanye anti-bullying.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala SMPN 2 Air Sugihan, Ngisomudin, S.Ag., M.Si., tersebut bertujuan membangun karakter siswa baru agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Dalam penyampaian materi, para peserta didik diberikan pemahaman bahwa sekolah bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjalin persahabatan yang sehat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sekolah yang ramah anak.

Kepala SMPN 2 Air Sugihan, Ngisomudin, S.Ag., M.Si., mengatakan bahwa pendidikan karakter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari terbentuknya karakter peserta didik yang berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Melalui kegiatan MPLS ini, kami ingin menanamkan kepada seluruh peserta didik baru bahwa tidak ada tempat bagi perilaku bullying di lingkungan sekolah. SMPN 2 Air Sugihan berkomitmen menjadi sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak, sehingga setiap siswa dapat belajar dengan tenang dan mengembangkan potensinya secara optimal,” ujar Ngisomudin.

Selain mengangkat tema anti-bullying, kegiatan juga diisi dengan penguatan nilai-nilai karakter, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, dan rasa hormat kepada guru maupun sesama teman. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif sehingga mudah dipahami oleh peserta didik baru.

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias. Para siswa tampak aktif mengikuti setiap sesi, berdiskusi, serta menyampaikan pendapat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan perundungan.
Melalui pelaksanaan MPLS hari ketiga ini, SMPN 2 Air Sugihan berharap seluruh peserta didik baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, serta mampu menjadi pelopor terciptanya budaya sekolah yang ramah anak, aman, dan bebas bullying.
Suprene



