Jember, Investigasi.News- Anggota DPRD Jember, Edi Cahyo Purnomo, menegaskan bahwa uang APBD adalah uang pajak rakyat yang wajib digunakan sepenuhnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan dalam agenda Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di Kabupaten Jember yang diadakan di Kecamatan Pakusari pada hari Jumat, 17 Juli 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Edi Cahyo Purnomo berfokus pada strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pengawalan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Fokus Utama Reses Mengawal APBD dan Program Pemerintah
Edi Cahyo Purnomo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih kritis dan paham terhadap setiap program yang dijalankan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah desa.
“Masyarakat wajib mengawali setiap program kerja menggunakan APBD agar tepat sasaran bagi kesejahteraan publik.” Ujar Legislator PDI Perjuangan.
Ia menambahkan selain melalui reses yang dilaksanakan seperti hari ini, masyarakat juga bisa memanfaatkan Program ‘Bunga Desa’ dimana Bupati turun ke desa-desa guna menyapa masyarakat.
“Warga diminta aktif menyampaikan kritik dan saran yang membangun melalui program bupati Jember (Bupati Ngantor di Desa/Bunga Desa) demi mendongkrak ekonomi riil.” Harapan Edi Cahyo.
Selain itu, dalam resesnya, Optimalisasi PAD & RTRW dan strategi Cuan Lewat Media Sosial bagi Pelaku Usaha juga menjadi bahan pembahasan.
Sebagai narasumber, Martin Rachmanto,
Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif & Ekonomi Digital membagikan formula praktis bagi masyarakat dan pelaku UMKM lokal untuk menghasilkan uang secara mandiri melalui pemanfaatan platform digital.
Beberapa saran yang disampaikan diantaranya:
1. Konsistensi Promosi: Pelaku usaha harus konsisten mengunggah konten produk, khususnya sektor kuliner/makanan, secara berkala di media sosial.
2. Kekuatan Branding: Kemasan (packaging) dan citra produk memegang peranan krusial untuk menarik minat beli konsumen modern.
3. Waktu Unggah Strategis: Konten pemasaran sebaiknya diunggah pada jam-jam masyarakat sedang beristirahat atau bersantai guna memaksimalkan jangkauan (engagement).
Ia menambahkan, kehadiran fitur-fitur seperti live shopping dan katalog digital telah memberikan kemudahan bagi UMKM untuk melakukan pemasaran langsung dan berinteraksi dua arah dengan pembeli.
Hal ini dinilai sangat efektif dalam membangun merek (branding) dan meningkatkan loyalitas konsumen.
Martin berharap, literasi digital masyarakat yang semakin baik dapat diiringi dengan peningkatan omzet penjualan dan penciptaan lapangan kerja baru di lingkungan setempat.
“Mari kita ubah cara pandang kita. Jadikan ponsel pintar dan media sosial sebagai mesin pencetak uang yang produktif untuk kemandirian ekonomi keluarga dan masyarakat” tutup Martin.



