Batam, Investigasi.News — Sebuah pengkhianatan brutal terhadap institusi dan negara terang-terangan dipertontonkan di Kota Batam. Alat negara yang dibeli dari keringat dan pajak rakyat, kini disulap menjadi kendaraan perampok ekonomi demi memperkaya diri sendiri secara menjijikkan.
Seorang oknum anggota TNI Angkatan Laut berinisial IV diduga kuat telah membusukkan nama baik korps militer. Dengan ketamakan luar biasa, IV melancarkan aksi kejahatan ekonomi yang sangat masif dengan menjadikannya mobil dinas berpelat resmi TNI AL sebagai “tameng haram” agar bisnis kotornya tak tersentuh hukum.
Ruko Mega Legenda: Sarang Kejahatan Berkedok Kendaraan Dinas
Aksi bajingan yang dilakoni oknum IV ini terendus di kawasan Ruko Mega Legenda Tahap 2 Blok Center, Kota Batam.
Hasil investigasi mendalam
memperlihatkan pemandangan yang amat memuakkan: mobil dinas TNI AL terparkir gagah, bukan untuk tugas kedaulatan negara, melainkan bersiap
menyelundupkan dan mengangkut muatan kejahatan ekonomi keluar dari Batam. Oknum IV memanfaatkan pelat dinas militer ini sebagai “paspor kekebalan” untuk mengintimidasi petugas pos pemeriksaan agar tak berani menyentuh armada haramnya.
Ini bukan cuma pelanggaran moral, ini adalah kejahatan ekonomi telanjang yang sangat menjijikkan! Atribut militer yang seharusnya ditakuti musuh negara, justru dijadikan alat gertak untuk mengamankan bisnis haram di tanah sendiri.”
Hukum Mati di Batam: Apakah APH Sudah Terbeli Karpet Merah?
Melenggangnya aksi oknum IV tanpa hambatan memunculkan aroma busuk yang menyeruak di tubuh Aparat Penegak Hukum (APH) dan pengawasan internal di Batam. Bagaimana mungkin kejahatan terang-terangan di pusat keramaian ini bisa berjalan mulus seperti jalan tol?
Publik berhak bertanya dengan nada paling keras:
Apakah Aparat Penegak Hukum di Batam sudah ciut dan gemetar saat melihat pelat TNI AL?
Atau ada oknum pimpinan yang sengaja menggelar “karpet merah” karena menyedot upeti dari bisnis kotor IV?
Sampai kapan institusi negara dibiarkan menjadi pelacur bagi kepentingan ekonomi pribadi oknum berinisial IV?
Sikap diam, tutup mata, dan pembiaran dari para penegak hukum menjadikan mereka tak ubahnya sebagai kaki tangan yang turut menikmati hasil kejahatan ekonomi ini.
Ujian Keberanian Pomal dan Danlanal: Tangkap atau Bersubahat!
Masyarakat Batam tidak butuh retorika manis atau janji manis formalitas. Keberadaan oknum IV yang aman melenggang tanpa tersentuh hukum adalah tamparan keras bagi Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam dan Polisi Militer AL (Pomal).
Jika oknum IV tidak segera ditangkap, diproses pidana, dan dipecat secara tidak hormat, maka publik berhak menyimpulkan bahwa hukum di Batam sudah mati, dan institusi militer di daerah ini telah kalah oleh kejahatan ekonomi yang dibungkus mobil dinas.
Fransisco chrons




