Banner iklan

Mahasiswa Lintas Daerah Pentaskan Karya Randai Hasil Belajar Bersama Maestro

More articles

Padang Panjang– Belasan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia menunjukkan hasil pembelajaran seni pertunjukan randai setelah menjalani Program Belajar Bersama Maestro (BBM) selama satu bulan bersama Maestro Randai Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto atau Mak Katik.

Karya tersebut dipentaskan di Desa Wisata Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur, Rabu (12/8/2026), sekaligus menjadi ruang bagi para peserta untuk memperlihatkan keterampilan dan pengalaman yang mereka peroleh selama mengikuti program.

Para peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Syiah Kuala Aceh, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Medan, ISI Yogyakarta, dan ISI Padangpanjang.

Pementasan tersebut disaksikan Wakil Wali Kota Allex Saputra, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Sumatera Barat Nurmantias, tokoh masyarakat, undangan, serta warga setempat.

Wawako Allex mengapresiasi Program BBM yang menurutnya tidak hanya memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mempelajari teknik seni pertunjukan, tetapi juga mengenal nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam randai.

“Randai tidak hanya merupakan seni pertunjukan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang mengandung nilai kebersamaan, disiplin, dan kearifan lokal Minangkabau yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Menurut Allex, keterlibatan mahasiswa dari berbagai daerah dalam program tersebut menjadi peluang untuk memperluas pengenalan seni budaya Minangkabau. Pengetahuan dan pengalaman yang mereka bawa pulang diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan randai kepada masyarakat di daerah masing-masing.

Sementara Nurmantias turut mengapresiasi dedikasi Mak Katik dalam membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada para peserta. Menurutnya, proses belajar bersama maestro merupakan salah satu bentuk nyata pewarisan pengetahuan seni tradisi kepada generasi muda.

Ia berharap kegiatan pelestarian budaya seperti BBM dapat terus berlanjut sehingga randai tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya Minangkabau, tetapi juga semakin dikenal secara luas hingga tingkat internasional.

Sementara itu, Mak Katik mengatakan, keterlibatan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menunjukkan bahwa randai masih memiliki daya tarik bagi generasi muda di luar Sumatera Barat. Selama mengikuti program, para peserta tidak hanya mempelajari pertunjukan, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenai nilai dan filosofi yang terdapat dalam seni randai.

“Kita berharap para peserta yang telah mengikuti program ini dapat menjadi duta budaya yang turut memperkenalkan dan melestarikan randai di berbagai daerah bahkan hingga mancanegara,” harapnya.

Mak Katik juga berharap Desa Wisata Kubu Gadang dapat terus berkembang sebagai ruang pertunjukan seni dan budaya. Disebutkannya, keberadaan ruang pertunjukan yang representatif penting untuk mendukung keberlanjutan kegiatan seni tradisi sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya di Padang Panjang. (andes)

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest