Banner iklan

Menu MBG Balita Diduga Ikan Asin Sambal, Warga Desak BGN RI Audit SPPG Ulususua

More articles

Nias Selatan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Kali ini, publik mempertanyakan menu yang diduga diperuntukkan bagi kelompok balita setelah sebuah foto makanan beredar luas di media sosial dan memicu perdebatan mengenai kelayakan menu, kandungan gizi, hingga standar penyajian makanan bagi anak usia dini.

Foto tersebut pertama kali menjadi perhatian setelah diunggah akun Facebook Faldin Giawa, Jumat (14/8/2026). Dalam foto tampak satu porsi makanan yang terdiri dari nasi, sayuran, satu butir telur, serta ikan asin goreng yang disajikan dengan sambal.

Yang kemudian menjadi persoalan bukan sekadar jenis lauk yang disajikan, melainkan munculnya dugaan bahwa menu tersebut merupakan makanan MBG untuk balita yang dikaitkan dengan Dapur SPPG Merah Putih Ulususua Bhayangkari Cabang Nias Selatan.

Dalam unggahannya, Faldin menuliskan, “MBG balita ikan teri sambal dan telur….. Tolong direvisi ke depan ya bapak/ibu….”

Unggahan itu pun memantik kritik dan pertanyaan dari masyarakat. Sebab, ketika sebuah menu disebut diperuntukkan bagi balita, standar yang dipertanyakan tentu bukan hanya soal apakah makanan tersebut mengenyangkan, tetapi juga apakah komposisi, tekstur, porsi, kandungan garam atau natrium, keamanan pangan, serta nilai gizinya benar-benar telah disesuaikan dengan kebutuhan anak berdasarkan kelompok usia.

Di titik inilah persoalan menjadi serius. Program MBG bukan sekadar aktivitas membagikan makanan kepada penerima manfaat. Di balik setiap porsi makanan terdapat tanggung jawab negara untuk memastikan makanan yang diberikan aman, layak, dan memenuhi kebutuhan gizi kelompok penerima manfaat, terlebih ketika menyasar anak usia balita yang memiliki kebutuhan pangan berbeda dibandingkan kelompok usia lainnya.

Karena itu, warga mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) RI tidak menganggap persoalan tersebut sebagai kritik biasa. Mereka meminta adanya verifikasi, audit, dan evaluasi terhadap penyelenggaraan MBG di SPPG Ulususua apabila benar menu tersebut didistribusikan kepada balita.

Desakan tersebut menjadi semakin relevan karena hingga kini belum ada penjelasan secara terbuka yang memastikan apakah makanan dalam foto tersebut memang merupakan menu MBG untuk balita, siapa penerima manfaatnya, berapa porsi yang dibagikan, jenis ikan asin yang digunakan, serta bagaimana proses pengolahannya.

Untuk memastikan informasi tersebut tidak berhenti sebagai polemik di media sosial, awak media kemudian melakukan penelusuran dan meminta konfirmasi kepada pihak SPPG Merah Putih Ulususua Bhayangkari Cabang Nias Selatan.

Konfirmasi disampaikan kepada Kornelius Zebua melalui WhatsApp pada Sabtu (15/8/2026). Wartawan mempertanyakan penggunaan ikan asin goreng sambal sebagai salah satu menu MBG dan apakah menu tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh jawaban dari pihak SPPG. Konfirmasi yang telah disampaikan belum mendapatkan tanggapan.

Meski demikian, penelusuran tidak berhenti di sana. Untuk mendapatkan perspektif dan penjelasan dari pihak yang memiliki kewenangan koordinatif, wartawan juga meminta klarifikasi kepada Korwil SPPG Kabupaten Nias Selatan, Dominikus Wehalo.

Dominikus menyampaikan bahwa pihaknya perlu melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum memberikan kesimpulan mengenai menu tersebut.

“Terkait adanya menu ikan asin goreng sambal yang diberikan kepada balita, kami perlu melakukan verifikasi terlebih dahulu kepada SPPG terkait jenis ikan asin, jumlah yang diberikan, komposisi menu, serta proses pengolahannya.”

Menurutnya, aspek kebutuhan gizi dan karakteristik penerima manfaat menjadi hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan menu MBG bagi balita.

“Secara prinsip, menu untuk penerima manfaat balita harus disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan karakteristik kelompok usia balita, termasuk memperhatikan kandungan garam/natrium, keamanan pangan, serta ketentuan menu yang berlaku dalam penyelenggaraan MBG.”

Dominikus juga menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut kepada SPPG dan pihak terkait.

“Kami akan menindaklanjuti informasi tersebut kepada SPPG dan pihak terkait. Hasil klarifikasi nantinya akan menjadi dasar untuk memberikan keterangan lebih lanjut,” tulis Dominikus dalam responsnya kepada wartawan, Sabtu (15/8/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa informasi mengenai menu tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebelum dilakukan verifikasi. Namun, di sisi lain, munculnya dugaan menu ikan asin sambal untuk balita tetap membutuhkan jawaban yang terang agar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat.

Setelah kembali disampaikan bahwa menu MBG yang dipersoalkan tersebut diduga didistribusikan oleh SPPG Ulususua, hingga berita ini ditayangkan pihak terkait belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai menu tersebut.

(Abdul)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest