Banner iklan

Keindahan Teluk Bayur Tercemar Sampah Sisa Jajanan, Warga Minta Pedagang Lebih Peduli

More articles

Padang – Di sekitar kawasan Teluk Bayur selama ini menjadi salah satu lokasi yang kerap disinggahi warga maupun pengendara untuk menikmati panorama laut. Pemandangan kapal-kapal besar yang berlabuh hingga aktivitas kapal yang bersandar menjadi daya tarik tersendiri, terutama pada pagi dan sore hari.

Pada pagi hari, suasana kawasan tersebut terasa sejuk dengan panorama laut yang membentang. Sementara menjelang sore, pengunjung dapat menikmati indahnya matahari terbenam di ufuk barat. Deburan ombak kecil yang menghantam dinding batu turut menambah suasana alami yang menenangkan.

Namun, keindahan tersebut kini mulai terganggu oleh persoalan sampah. Di sejumlah titik, terutama di atas batu-batu tepi pantai, terlihat sampah berserakan berupa lidi tusuk sate, kertas pembungkus sate, plastik, botol minuman, hingga kemasan minuman kopi dan jus.

Kondisi tersebut disayangkan warga karena kawasan yang memiliki panorama menarik itu berpotensi menjadi ruang publik yang nyaman apabila kebersihan dan keindahannya terus dijaga.

Menurut warga setempat, aktivitas pedagang sate di kawasan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Sedikitnya terdapat sekitar tiga gerobak pedagang sate yang berjualan pada sore hari, sementara pada pagi hari terdapat satu gerobak yang berjualan.

Warga berharap para pedagang tidak hanya memperhatikan aktivitas jual beli, tetapi juga ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Sampah yang berasal dari aktivitas berjualan maupun pembeli semestinya dikumpulkan dan dibuang pada tempat yang telah disediakan.

Warga juga mengingat kembali peristiwa beberapa tahun lalu ketika Wali Kota Padang saat itu, Mahyeldi Ansharullah, pernah singgah di kawasan Kelok Kalikik untuk menikmati pemandangan. Saat itu, Mahyeldi disebut melihat tumpukan sampah sisa aktivitas pedagang sate yang berserakan di tepi kawasan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menegur pedagang agar memperhatikan kebersihan. Pedagang pun disebut berjanji akan mengumpulkan sampah yang ditinggalkan setelah aktivitas berjualan.

Namun, setelah beberapa tahun berlalu, persoalan serupa kembali terlihat. Sampah sisa aktivitas berjualan, terutama lidi tusuk sate, masih tampak berserakan di sejumlah titik.

“Sayang sekali pemandangannya bagus, tetapi terganggu oleh sampah. Kami berharap pedagang dan pengunjung sama-sama menjaga kebersihan. Kalau bersih, tentu kawasan ini semakin nyaman untuk disinggahi,” ujar seorang warga selasa (18/09).

Warga menilai kebersihan kawasan Teluk Bayur bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran bersama. Pedagang, pengunjung, dan masyarakat sekitar dinilai memiliki peran penting untuk menjaga kawasan tersebut tetap bersih.

Apalagi, kawasan Teluk Bayur memiliki potensi sebagai lokasi menikmati panorama laut dan matahari terbenam. Jika kebersihannya terjaga, kawasan ini diyakini dapat menjadi salah satu ruang rekreasi sederhana yang menarik bagi masyarakat.

Warga berharap persoalan sampah tersebut mendapat perhatian dari pihak terkait. Penataan pedagang, penyediaan tempat sampah, serta pengawasan secara berkala dinilai dapat menjadi langkah sederhana untuk mengembalikan keindahan kawasan.

Jangan sampai panorama laut yang seharusnya menyegarkan mata justru berubah menjadi pemandangan sampah yang merusak kenyamanan. Keindahan alam adalah anugerah, tetapi menjaganya merupakan tanggung jawab bersama.

(Mebri)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest