Banner iklan

Bukan Langka, Distribusi Tersendat: Mas Rio Pastikan Stok LPG 3 Kg Situbondo Aman

More articles

Situbondo, investigasi.news – Bupati Situbondo, Jawa Timur, Yusuf Rio Wahyu Prayogo memastikan ketersediaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram di Kabupaten Situbondo dalam kondisi aman. Masyarakat diminta tidak panik menyusul adanya keterlambatan distribusi LPG di sejumlah wilayah.

Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menegaskan bahwa kondisi yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh kelangkaan stok LPG 3 kilogram. Persoalan utama, kata dia, terjadi akibat tersendatnya proses pengiriman.

Keterlambatan distribusi tersebut berkaitan dengan adanya persoalan di Depot LPG Banyuwangi yang selama ini menjadi salah satu jalur pengiriman LPG untuk wilayah Situbondo.

Mas Rio menyampaikan bahwa depot tersebut mengalami penutupan sementara akibat persoalan yang terjadi dengan masyarakat. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada kelancaran pengiriman LPG ke sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Situbondo.

“Bukan langka, tapi pengiriman tersendat karena penutupan Depo LPG di Banyuwangi karena ada persoalan dengan masyarakat,” kata Mas Rio saat berada di DPRD Situbondo, Senin (31/8/2026).

Ia meminta masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa LPG 3 kilogram telah mengalami kelangkaan. Menurutnya, stok dan kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

Mas Rio memastikan Pemerintah Kabupaten Situbondo bergerak cepat untuk mengantisipasi dampak keterlambatan pengiriman tersebut agar kebutuhan masyarakat terhadap gas melon tetap terpenuhi.

Untuk mengatasi persoalan distribusi, Mas Rio mengaku telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Salah satunya dengan Branch Manager Area Situbondo.

Koordinasi itu dilakukan untuk mencari jalur alternatif pengiriman LPG 3 kilogram selama distribusi dari Depot Banyuwangi belum kembali normal.

Menurut Mas Rio, pemerintah daerah meminta agar pasokan LPG untuk Situbondo dapat dikirim dari Depot Gresik. Langkah tersebut diambil sebagai solusi sementara guna menjaga kelancaran distribusi.

“Tadi saya koordinasi sama Branch Manager Area Situbondo. Kita minta untuk dikirimi dari Gresik, dari kemarin sudah dikirim,” katanya.

Mas Rio menyampaikan bahwa pengiriman LPG 3 kilogram dari Depot Gresik mulai dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Situbondo.

Dengan adanya tambahan pasokan dari Gresik, pemerintah berharap ketersediaan LPG bersubsidi di tingkat agen hingga pangkalan dapat kembali stabil.

Mas Rio menilai percepatan distribusi menjadi langkah penting agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia juga berharap tidak terjadi aksi pembelian berlebihan akibat kekhawatiran masyarakat terhadap isu kelangkaan. Sebab, kondisi yang terjadi saat ini lebih disebabkan persoalan jalur distribusi.

Pemerintah Kabupaten Situbondo terus memantau perkembangan pengiriman LPG agar pasokan yang masuk dapat segera didistribusikan ke berbagai wilayah.

Mas Rio berharap persoalan yang terjadi di Depot LPG Banyuwangi dapat segera diselesaikan sehingga operasional depot kembali normal.

Menurutnya, dibukanya kembali Depot Banyuwangi akan membantu memulihkan jalur distribusi LPG seperti sebelumnya dan memperlancar pasokan ke wilayah Situbondo.

Sementara itu, pasokan dari Depot Gresik diharapkan mampu menjadi penyangga kebutuhan masyarakat hingga persoalan di Banyuwangi benar-benar selesai.

“Mulai hari ini LPG 3 kilogram sudah dikirim dari Depo Gresik. Mudah-mudahan persoalannya segera selesai dan Depo Banyuwangi segera buka,” ujar Mas Rio.

Dengan langkah koordinasi dan pengalihan jalur distribusi tersebut, Bupati Situbondo memastikan pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan LPG 3 kilogram agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu. (Agus)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest