KOTA SOLOK – Pemerintah Kota Solok terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Pada tahun 2026, Pemko Solok melaksanakan dua agenda pembangunan strategis, yakni Revitalisasi Taman Syekh Kukut dan Pembangunan Pasar Kuliner Modern, sebagai bagian dari implementasi visi dan misi Wali Kota Solok, Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, bersama Wakil Wali Kota H. Suryadi Nurdal untuk periode 2025–2030.
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pembangunan daerah demi mewujudkan Kota Solok sebagai Kota Madani yang maju dan sejahtera.
“Pembangunan ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan kerja bersama seluruh masyarakat Kota Solok. Dengan kebersamaan, kita dapat menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh warga,” ujar Wali Kota.


Dalam menjalankan roda pemerintahan, Pemko Solok mengusung visi peningkatan pelayanan publik yang responsif serta pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan efisien. Visi tersebut diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas dasar masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan yang inklusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Salah satu program unggulan yang tengah diwujudkan adalah pembangunan Pasar Kuliner Modern Kota Solok yang berada di bawah koordinasi Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Solok.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Solok, Ricky Carnova, S.STP., M.M., menjelaskan bahwa pembangunan pasar kuliner tersebut merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui inovasi pelayanan publik di sektor perdagangan, koperasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Melalui dukungan Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Alokasi Umum (DAU), Kota Solok memperoleh kesempatan membangun Pasar Kuliner Modern dengan nilai anggaran lebih dari Rp3 miliar. Pembangunan ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pelayanan publik,” ungkapnya.
Menurut Ricky, pembangunan pasar kuliner tidak hanya bertujuan menyediakan ruang usaha yang lebih representatif bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Keberadaan pasar kuliner ini diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat, di antaranya menyediakan ruang usaha yang layak dan strategis bagi pedagang, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, serta memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, Pasar Kuliner Modern juga diproyeksikan menjadi destinasi wisata kuliner unggulan yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehadiran kawasan ini sekaligus menjadi sarana pelestarian kuliner khas daerah dan memperkuat identitas Kota Solok melalui kekayaan cita rasa lokal.
Dalam aspek penataan kota, pembangunan pasar kuliner juga menjadi solusi untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertata. Pemerintah akan memastikan standar kebersihan, keamanan pangan, dan kenyamanan pengunjung sehingga kawasan tersebut menjadi ruang publik yang aman dan ramah bagi masyarakat.
Lebih jauh, Pasar Kuliner Modern Kota Solok dirancang tidak hanya sebagai pusat perdagangan makanan, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan kemanusiaan melalui konsep Pasar Kuliner dan Dapur Umum Terpadu.
Konsep ini mengintegrasikan aktivitas ekonomi kuliner dengan fasilitas dapur umum yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat. Dapur umum tersebut akan ditempatkan pada area khusus yang memungkinkan kegiatan produksi makanan dalam jumlah besar tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas pengunjung.
Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, pelayanan konsumsi untuk kegiatan pemerintahan, hingga sebagai dapur tanggap darurat saat terjadi bencana alam atau kondisi kedaruratan lainnya.
Pengelolaannya direncanakan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan relawan, sehingga manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Dengan konsep tersebut, Pasar Kuliner Modern Kota Solok akan memiliki tiga fungsi utama. Pertama, fungsi ekonomi sebagai pusat kuliner dan pengembangan UMKM lokal. Kedua, fungsi sosial sebagai ruang interaksi masyarakat dan penyediaan layanan konsumsi untuk kegiatan sosial. Ketiga, fungsi kedaruratan sebagai dapur umum yang dapat diaktifkan sewaktu-waktu saat dibutuhkan.
Pemerintah Kota Solok berharap pembangunan ini mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat. Dengan pengawasan dan partisipasi bersama, Pasar Kuliner Modern diharapkan menjadi salah satu ikon baru Kota Solok yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Adv








