Banner iklan

Wali Kota Sawahlunto Buka Pelatihan Kopi, Petani Dibekali Teknik Budidaya hingga Pascapanen

More articles

SAWAHLUNTO – Upaya meningkatkan kualitas dan nilai tambah komoditas kopi terus dilakukan di Kota Sawahlunto. Sebanyak 16 petani, pemuda, dan pelaku usaha mengikuti pelatihan budidaya, panen, dan pascapanen kopi yang digelar di kawasan Kebun Buah Kandi, mulai 31 Agustus hingga 4 September 2026.

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini mendapat dukungan dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang sebagai bagian dari penguatan sumber daya manusia di sektor perkebunan kopi.

Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung dari praktisi kopi Beby Candra dan Fahmi Idris. Metode pembelajaran lebih banyak menitikberatkan pada praktik lapangan agar peserta dapat memahami teknik budidaya, proses panen yang tepat, hingga pengolahan pascapanen yang berpengaruh terhadap kualitas hasil kopi.

Riyanda mengatakan, pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus memperluas wawasan mengenai pengelolaan kopi yang lebih modern dan berorientasi pasar.

Menurutnya, peningkatan kapasitas petani harus berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi agar produktivitas dan mutu kopi lokal semakin meningkat. Ia juga mendorong peserta aktif berdiskusi dengan instruktur serta mempraktikkan seluruh materi yang diberikan selama pelatihan berlangsung.

Selain membuka pelatihan, pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian kepada Kelompok Tani Harapan Baru di Desa Balai Batu Sandaran, Kecamatan Barangin.

Bantuan yang diterima meliputi mesin pengupas kulit biji kopi basah dan kering, mesin sangrai, mesin penggiling, hingga mesin pengemasan produk kopi. Peralatan tersebut diharapkan dapat mendukung proses produksi dari hulu hingga hilir sehingga mampu meningkatkan nilai jual produk kopi petani.

Dengan adanya pelatihan dan dukungan peralatan produksi tersebut, pengembangan kopi di Sawahlunto diharapkan semakin berkembang, tidak hanya pada aspek budidaya, tetapi juga pengolahan dan pemasaran produk yang memiliki daya saing lebih tinggi.

Pemerintah Kota Sawahlunto sendiri terus mendorong penguatan sektor kopi melalui peningkatan kompetensi petani, pemanfaatan teknologi, serta kerja sama dengan berbagai pihak guna membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada komoditas tersebut.( Foto: Kominfo Sawahlunto)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest