PADANG — Kepergian Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Syaiful Bahri meninggalkan duka bagi Pemerintah Provinsi Sumbar. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah langsung melayat ke rumah duka di Jalan Koto Baru No. 14 A, Kelurahan Koto Baru Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sabtu (5/9/2026).
Syaiful Bahri yang akrab disapa Pung meninggal dunia dalam usia 59 tahun. Di rumah duka, Mahyeldi menyampaikan belasungkawa sekaligus mendoakan almarhum dan memberikan penguatan kepada istri serta keluarga yang ditinggalkan.
Jenazah Syaiful Bahri sebelumnya dimandikan di rumah duka dan disalatkan di Masjid Nurul Ikhlas. Setelah itu, jenazah dibawa ke Kantor Gubernur Sumbar untuk dilepas sebelum dimakamkan di makam keluarga di kawasan Andalas, Kota Padang.
Mahyeldi mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, segala kekhilafan diampuni, serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Ia juga berharap almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah.
“Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf dan kesalahan beliau, menerima seluruh amal ibadah serta menempatkan beliau di tempat yang mulia di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” kata Mahyeldi.
Kepada keluarga, Mahyeldi berpesan agar kepergian Syaiful Bahri diterima dengan ikhlas. Ia berharap istri dan keluarga almarhum diberi kekuatan menghadapi kehilangan sekaligus dapat melanjutkan kehidupan dengan ketabahan.
Mahyeldi menyebut wafatnya Syaiful Bahri bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi Pemprov Sumbar dan masyarakat. Menurutnya, almarhum merupakan sosok baik yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan setiap amanah pemerintahan.
“Beliau adalah pribadi yang baik dan penuh dedikasi. Sejak saya menjabat sebagai Wali Kota Padang, saya sudah mengenal beliau dan mempercayakan berbagai posisi dan tugas kepada beliau. Semua tugas dijalankan dengan baik dan penuh dedikasi,” ujarnya.
Mahyeldi mengatakan Syaiful Bahri telah memberikan kontribusi nyata selama mengemban berbagai amanah pemerintahan, termasuk dalam bidang kebudayaan. Pengabdian tersebut, kata dia, menjadi bagian dari kontribusi almarhum bagi kemajuan daerah dan masyarakat Sumbar.
“Insyaallah, seluruh kontribusi, pengabdian, dan kebaikan yang telah beliau berikan kepada daerah dan masyarakat semasa hidup menjadi amal ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” tutur Mahyeldi. (adpsb/cen/bud)








