Payakumbuh — Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meminta Uda dan Uni Kota Payakumbuh 2026 tidak berhenti sebagai ikon daerah, tetapi mampu menjadi duta yang memperkenalkan potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif Payakumbuh hingga tingkat nasional dan internasional.
Pesan tersebut disampaikan Zulmaeta melalui Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda saat menghadiri Malam Grand Final Pemilihan Uda Uni Kota Payakumbuh 2026 di Aula Joserizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Sabtu (5/9/2026) malam.
Rida mengatakan Uda dan Uni terpilih harus mampu merepresentasikan Payakumbuh dengan karakter, wawasan, serta kepedulian terhadap adat dan budaya Minangkabau.
“Malam ini bukan sekadar malam untuk menentukan siapa yang akan menjadi Uda dan Uni Kota Payakumbuh Tahun 2026. Lebih dari itu, malam ini adalah ajang untuk menyaksikan lahirnya generasi muda Payakumbuh yang memiliki karakter dan wawasan,” kata Rida.
Ia menekankan Uda dan Uni harus mampu menjadi wajah Payakumbuh dengan mengedepankan rasa bangga terhadap daerah, memahami adat dan budaya, serta tetap terbuka terhadap perkembangan zaman.
“Sebagai generasi muda Payakumbuh, kita harus mampu menghargai adat, budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu, sembari tetap terbuka terhadap perubahan dan perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurut Rida, Payakumbuh memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas, mulai dari budaya, kuliner, sejarah, seni tradisi, ekonomi kreatif hingga keindahan alam. Karena itu, generasi muda memiliki peran penting dalam mengemas dan mempromosikan potensi tersebut secara kreatif.
“Kita ingin Uda Uni Kota Payakumbuh menjadi generasi yang berakar pada budaya, tetapi berpikiran maju,” katanya.
Rida mengingatkan gelar Uda dan Uni bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah untuk menjalankan peran sebagai duta daerah.
“Mahkota bukanlah akhir dari perjalanan. Mahkota adalah awal dari sebuah tanggung jawab,” ujarnya.
Ia berharap Uda dan Uni terpilih terus berkarya dan berkontribusi bagi daerah, sekaligus aktif mempromosikan pariwisata dan budaya Payakumbuh serta mengajak generasi muda lainnya melakukan berbagai kegiatan positif.
“Kepada Uda dan Uni Kota Payakumbuh nantinya, saya titipkan satu pesan: jaga nama baik Payakumbuh di mana pun berada,” tutupnya.
Pada grand final tersebut, 14 Uda dan 14 Uni bersaing setelah melewati rangkaian pendaftaran, seleksi, pembinaan, karantina, pembekalan kepariwisataan dan kebudayaan, public speaking, serta berbagai tahapan penilaian.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Yunida Fatwa mengatakan seluruh finalis merupakan peserta terbaik yang telah melewati rangkaian seleksi dan pembinaan.
“Para finalis akan bersaing secara sehat dan sportif untuk memperebutkan gelar Uda dan Uni Kota Payakumbuh Tahun 2026,” katanya.
Yunida mengatakan rangkaian pemilihan tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga memberikan pembelajaran dan pengalaman kepada peserta agar memiliki kapasitas sebagai generasi muda yang mampu berkontribusi bagi daerah.
“Jadikan gelar ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi amanah untuk berkarya, berkontribusi dan membawa nama baik Payakumbuh,” pungkasnya.
Grand final tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra, Wakil Ketua DPRD Hurisna Jamhur, Asisten I Nofriwandi, Ketua TP-PKK Eni Zulmaeta, Ketua GOW Yeni Elzadaswarman, Ketua DWP Elfriza “Chece” Rida Ananda, sejumlah kepala OPD, serta undangan lainnya. (Oyon)








