Banner iklan

GAWAT Gerakan Wong Pasar Tanjung Tuntut Tata Kelola Pasar Jember yang Berkeadilan

More articles

Jember, Investigasi.news – Gerakan Wong Pasar Tanjung (GAWAT) mendesak adanya pembenahan menyeluruh terhadap sistem tata kelola Pasar Tanjung Kabupaten Jember. Sebagai pusat perdagangan terbesar dan urat nadi perekonomian daerah, kondisi Pasar Tanjung saat ini dinilai mengalami disfungsi kawasan yang serius akibat penggunaan ruang yang tidak terkendali.

Pasar Tanjung bukan sekadar tempat transaksi jual beli, melainkan simpul ekonomi strategis yang menghidupkan rantai distribusi mulai dari produsen, pemasok, pedagang, konsumen, hingga buruh angkut. Namun, besarnya fungsi ekonomi dan sosial ini kini terancam oleh carut-marutnya penataan kawasan pasar.

*Bukan Sekadar Pedagang Luar, Tapi Disfungsi Ruang*

Perwakilan GAWAT menegaskan bahwa persoalan utama di Pasar Tanjung bukan hanya masalah keberadaan pedagang di luar bangunan utama, melainkan pergeseran fungsi ruang publik yang tidak teratur.

Jalur sirkulasi kendaraan dan akses pejalan kaki yang seharusnya bersih, kini berubah menjadi area komersial. Bahu jalan dipenuhi oleh pedagang pelataran.

Lebih parah lagi, mobil pick-up yang mengangkut komoditas kini beralih fungsi; tidak hanya digunakan untuk bongkar muat barang, tetapi dipraktikkan sebagai lapak transaksi langsung dengan konsumen di jalanan.

Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan fasilitas parkir yang sangat minim. Konsumen yang tidak mendapatkan ruang parkir terpaksa memarkirkan kendaraan secara sembarangan, yang pada akhirnya memicu kemacetan parah dan mengganggu kenyamanan publik serta menurunkan daya tarik Pasar Tanjung secara keseluruhan.

*Mendorong Tata Kelola yang Berkeadilan*

Melalui gerakan ini, salah satu anggota GAWAT menuntut pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret dalam menciptakan tata kelola Pasar Tanjung yang berkeadilan.

Adil yang dimaksud adalah mampu mengakomodasi hak-hak pedagang dalam mencari nafkah, tanpa mengorbankan hak konsumen atas kenyamanan, serta mengembalikan fungsi infrastruktur jalan demi kelancaran ekonomi bersama.

GAWAT berharap pembenahan tidak dilakukan dengan metode penggusuran sepihak, melainkan melalui penataan yang solutif, integratif, dan berkelanjutan demi menjaga eksistensi Pasar Tanjung sebagai simbol ekonomi rakyat Jember.

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest