Agam, Investigasi.News — Kepedulian lintas pihak akhirnya mengantarkan seorang perempuan terlantar tanpa identitas kembali kepada keluarganya di Kota Langsa, Provinsi Aceh. Perempuan tersebut diketahui bernama Rohani, kelahiran Langsa, 7 September 1986.
Rohani ditemukan di Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 23.51 WIB. Saat ditemukan, ia belum mampu memberikan keterangan yang jelas mengenai identitas maupun alamat tempat tinggalnya.
Informasi keberadaan Rohani pertama kali disampaikan Wali Jorong di Nagari Pakan Sinayan kepada staf Kantor Camat Banuhampu. Karena kondisi sudah larut malam dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, staf kecamatan kemudian menghubungi Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Provinsi Sumatera Barat.
Sekitar pukul 01.15 WIB, Rohani dibawa ke Pos TPS Agro Koto Hilalang. Tim melakukan penanganan awal dengan memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Rohani dibantu membersihkan diri, diberikan pakaian bersih, makanan dan minuman, kemudian dipersilakan beristirahat di ruang inap Tim Peduli Sosial.
Upaya penelusuran identitas dilanjutkan pada Kamis (17/9/2026). Rohani dibawa ke layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Agam di Kantor Camat Ampek Angkek, Biaro, untuk dilakukan pengecekan data kependudukan.
Dari penelusuran tersebut, identitas Rohani akhirnya berhasil ditemukan. Ia tercatat sebagai warga Dusun Damai Lorong, Desa Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Provinsi Aceh, berjenis kelamin perempuan, beragama Islam, berstatus kawin, dan mengurus rumah tangga.
Setelah identitas terverifikasi, koordinasi dilakukan dengan Koordinator TKSK Provinsi Aceh. Tim kemudian memperoleh kontak TKSK Langsa dan Kaur Kesra Desa Sidorejo untuk menghubungkan Rohani dengan pihak keluarga.
Karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, Tim TPS selanjutnya berkoordinasi dengan Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Agam, Hasneril, guna membantu proses pemulangan Rohani ke daerah asalnya.
Hasil koordinasi tersebut, Rohani akhirnya dipulangkan menggunakan Bus Putra Pelangi melalui Terminal Aur Kuning, Bukittinggi, pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, mengatakan penanganan orang terlantar bukan sekadar menemukan dan mengamankan, tetapi memastikan kebutuhan dasar serta hak sosialnya tetap terpenuhi.
“Penanganan orang terlantar bukan hanya soal menemukan dan mengamankan, tetapi bagaimana kita memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi, identitasnya dapat diketahui, kemudian difasilitasi agar bisa kembali kepada keluarga. Ini merupakan bentuk pelayanan sosial yang harus dilakukan secara cepat, tepat, dan manusiawi,” ujar Villa Erdi.
Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Agam, Hasneril, mengatakan keberhasilan menemukan keluarga Rohani tidak terlepas dari koordinasi berbagai pihak, termasuk melalui penelusuran data kependudukan.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan penelusuran melalui data kependudukan, identitas Rohani berhasil ditemukan dan komunikasi dengan pihak keluarga di Langsa dapat dilakukan. Karena kondisi keluarga terbatas, kami berupaya membantu proses pemulangannya agar Rohani bisa kembali berkumpul dengan keluarganya,” ungkap Hasneril.
Apresiasi juga disampaikan Bupati Agam, Benni Warlis, terhadap seluruh unsur yang terlibat dalam proses penanganan hingga pemulangan Rohani.
“Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergerak dan berkoordinasi menangani warga terlantar ini. Apa yang dilakukan menunjukkan bahwa kepedulian sosial harus hadir secara nyata. Pemerintah akan terus mendorong pelayanan yang cepat, tepat, dan mengedepankan sisi kemanusiaan, terutama bagi masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan pertolongan,” kata Benni Warlis.
Penanganan Rohani melibatkan Koordinator TKSK Provinsi Sumatera Barat, Satpol PP Agam Pos Agro, TKSK Ampek Angkek, TKSK Kamang Magek, staf Kantor Camat Banuhampu, Wali Jorong Nagari Pakan Sinayan, PSM Kecamatan Canduang, Dinas Sosial Kabupaten Agam, serta sejumlah pihak terkait.
Villa Erdi berharap kepulangan Rohani ke Langsa menjadi awal yang baik bagi dirinya untuk kembali berkumpul bersama keluarga.
“Semoga kepulangan Rohani ke Langsa menjadi awal yang baik untuk kembali berkumpul bersama keluarga. Peristiwa ini juga mengingatkan kita bahwa kepedulian dan gotong royong dapat menjadi jalan untuk membantu sesama,” pungkasnya.
Daji











