Jember, Investigasi.news- SDN Jelo 2 terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Terbaru, sekolah ini sukses melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) berbasis digital yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 6. Senin(26/10)
Pembelajaran modern ini memanfaatkan Learning Management System (LMS), sebuah aplikasi khusus yang memuat materi pelajaran sekaligus lembar pertanyaan yang dapat diakses siswa kapan saja dan di mana saja.
Guru kelas 6 SDN Jelo 2, Moch Fathul Hilal, menjelaskan bahwa sistem ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi para siswa.
“Aplikasi LMS ini aktif dan bisa dicek serta dikerjakan oleh siswa-siswi selama 24 jam penuh, baik saat berada di sekolah maupun ketika di rumah.” Ungkap Hilal.
Tidak hanya menguntungkan siswa, kehadiran teknologi ini juga mempermudah orang tua dalam mengontrol performa akademik anak mereka.
“Melalui aplikasi tersebut, wali murid bisa memantau langsung sejauh mana tugas dan pekerjaan yang telah diselesaikan oleh anak-anaknya.” Jelas Hilal.
Meski demikian, tantangan fasilitas penunjang masih dihadapi oleh pihak sekolah. Saat ini, SDN Jelo 2 baru memiliki 10 unit komputer yang dalam kondisi sehat dan siap pakai.
Sementara itu, program kelas digital ini diterapkan untuk dua kelas sekaligus, yakni kelas 6 A dan kelas 6 B. Untuk menyiasati keterbatasan sarana, siswa yang memiliki laptop atau smartphone pribadi diperbolehkan membawa dan menggunakannya saat jam pelajaran.
“Harapan kami ke depannya adalah satu siswa bisa memegang satu komputer. Jadi, untuk saat ini kami masih kekurangan kurang lebih sekitar 18 unit komputer lagi,” ungkap Hilal mengenai target ideal fasilitas sekolah.
Langkah digitalisasi ini mendapat dukungan penuh dari pihak manajemen sekolah. Guntur Bayu Wibisono, Kepala Sekolah SDN Jelo 02 yang juga membawahi koordinasi terkait, menyampaikan rencana strategis sekolah ke depan.
Ia memaparkan bahwa keterbatasan jumlah komputer tidak menyurutkan semangat sekolah untuk memulai perubahan.
“Untuk tahun ini, karena komputer belum memadai, kami laksanakan kelas digital khusus untuk siswa kelas 6 dulu. Semoga di tahun depan, program ini bisa diperluas dan dilaksanakan juga bagi siswa kelas 5,” ujar Guntur.
Menurut Guntur, pembelajaran digital sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting di era sekarang karena memberikan kemudahan nyata bagi siswa dalam menyerap materi.
Di sisi lain, Guntur juga menjelaskan bahwa sistem ini juga sangat membantu guru dan orang tua dalam memantau hasil kerja serta perkembangan nilai siswa secara real-time dan transparan.













