Karimun — Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menegaskan bahwa da’i dan tokoh agama memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, harmonis, dan sejahtera. Tidak hanya sebagai penyampai pesan-pesan keagamaan, para da’i juga menjadi perekat sosial, penjaga kerukunan, serta penggerak kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Iskandarsyah usai menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karimun, Selasa (27/10). Pada kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi para da’i, pendakwah, guru mengaji, dan tokoh agama yang selama ini berkontribusi dalam memperkuat kehidupan keagamaan serta menjaga keharmonisan masyarakat di Kabupaten Karimun.

Menurut Bupati, keberadaan para da’i memiliki arti penting bagi pembangunan daerah, terutama di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri. Melalui masjid, musala, majelis taklim, dan berbagai kegiatan keagamaan, para da’i hadir langsung di tengah masyarakat, menyampaikan nilai-nilai kebaikan sekaligus memperkuat ikatan sosial hingga ke pelosok pulau.
“Para da’i memiliki jangkauan dakwah yang luar biasa, bahkan hingga ke pelosok-pelosok pulau. Pemerintah tentu memiliki keterbatasan dalam menjangkau setiap lapisan masyarakat secara langsung. Di sinilah peran para da’i menjadi sangat penting, karena mereka hadir di tengah masyarakat, membimbing umat, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta menjaga kehidupan sosial agar tetap harmonis.
Karena itu, perhatian terhadap para da’i bukan sekadar persoalan bantuan materi, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan dan pemuliaan atas pengabdian mereka dalam membangun masyarakat,” ujar Bupati Iskandarsyah.
Bupati Iskandarsyah menekankan bahwa dakwah memiliki cakupan yang luas dan tidak terbatas pada penyampaian ajaran agama dalam konteks ibadah semata. Dakwah juga berperan dalam membangun karakter, menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat etika kehidupan bermasyarakat, serta mendorong lahirnya masyarakat yang mandiri dan produktif.
Menurutnya, nilai-nilai keagamaan harus mampu hadir dalam kehidupan sehari-hari, tercermin melalui perilaku yang jujur, kepedulian terhadap sesama, tanggung jawab sosial, serta semangat untuk terus berusaha meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Islam mengajarkan kehidupan yang menyeluruh. Agama bukan hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga tentang akhlak, kepedulian sosial, kerja keras, dan kemandirian ekonomi. Karena itu, saya berharap para da’i turut menyampaikan pesan-pesan yang membangkitkan semangat umat untuk berusaha, mengembangkan potensi diri, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dakwah harus mampu memberikan pencerahan, membangun optimisme, dan mendorong masyarakat menjadi lebih baik dalam seluruh aspek kehidupan,” tegasnya.
Ia menilai, penguatan ekonomi umat merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Dalam konteks tersebut, para da’i diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi yang menumbuhkan etos kerja, semangat kewirausahaan, kepedulian terhadap sesama, serta kesadaran untuk mengelola potensi ekonomi secara produktif dan bertanggung jawab.
Dengan demikian, dakwah tidak hanya memperkuat dimensi spiritual masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
Selain mendorong kemandirian ekonomi, Bupati Karimun juga mengajak para da’i untuk terus menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan, memperkuat persaudaraan, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Karimun.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui kualitas moral masyarakat, kuatnya solidaritas sosial, serta terpeliharanya kehidupan yang damai dan harmonis.
Para pendakwah diharapkan terus mengajak masyarakat membiasakan perilaku positif, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, menghormati hak orang lain, menghindari tindakan yang merugikan sesama, hingga menghidupkan masjid melalui salat berjemaah dan kegiatan keagamaan yang bermanfaat.
Pesan-pesan sederhana yang disampaikan secara konsisten, menurutnya, dapat menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan yang tertib, masyarakat yang peduli, dan kehidupan sosial yang semakin berkualitas.
Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kesejukan dalam berdakwah. Para da’i diharapkan mampu menjadi teladan dalam menyampaikan ajaran agama dengan bijaksana, memperkuat persatuan, serta menghadirkan nilai-nilai keagamaan sebagai sumber kedamaian dan kebaikan bersama.
Sinergi Pemkab Karimun dan BAZNAS untuk Memuliakan Pelayan Umat
Komitmen terhadap penguatan kehidupan keagamaan juga diwujudkan melalui perhatian Pemerintah Kabupaten Karimun bersama BAZNAS terhadap kesejahteraan para pelayan umat.
Perhatian tersebut diberikan secara bertahap kepada berbagai unsur keagamaan, termasuk guru-guru mengaji melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), imam masjid besar, serta para pelayan agama dari berbagai latar belakang keyakinan.
Bagi Bupati Iskandarsyah, perhatian terhadap para tokoh dan pelayan agama merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi sosial masyarakat. Pengabdian mereka tidak hanya mendukung pembinaan spiritual, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai moral, membangun karakter generasi muda, dan memelihara keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan para tokoh agama diharapkan terus diperkuat agar program-program keagamaan dan sosial dapat memberikan manfaat yang lebih luas serta menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Menutup keterangannya, Bupati Iskandarsyah mengajak seluruh da’i dan tokoh agama untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui dakwah yang mencerahkan, keteladanan yang nyata, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Karimun membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah daerah berperan dalam menghadirkan kebijakan dan pelayanan publik, sementara para da’i dan tokoh agama turut memperkuat fondasi moral, spiritual, dan sosial yang menopang keberhasilan pembangunan.
“Ke depan, saya berharap para da’i terus menjadi perekat sosial, penjaga moralitas, dan penggerak kemandirian ekonomi umat. Peran ini sangat penting agar masyarakat kita tidak hanya semakin kuat dalam kehidupan beragama, tetapi juga semakin peduli, produktif, dan sejahtera.

Dengan sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Karimun, BAZNAS, dan seluruh tokoh agama, Insyaallah kita dapat membangun Karimun yang lebih harmonis, berakhlak mulia, dan sejahtera. Pembangunan bukan hanya tentang kemajuan fisik, tetapi juga tentang membangun manusia dan memperkuat nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat,” tutup Bupati Iskandarsyah.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karimun berharap peran para da’i semakin optimal sebagai mitra strategis pembangunan, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat terus menjadi landasan dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, berkarakter, dan memiliki kemandirian ekonomi. (Adv/Sapi’i)













