Malang — Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan sosialisasi penting bertema “Peningkatan Pemahaman Implementasi Airport Emergency Plan (AEP), Airport Security Programme (ASP), serta Mitigasi Risiko Aktivitas Vulkanik terhadap Keamanan dan Keselamatan Penerbangan” yang berlangsung selama dua hari, pada 4 hingga 5 Oktober 2026.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Nyono, S.T., M.T., M.H. dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kepala Dinas Operasi Bandara Abdurachman Saleh Malang, narasumber dari Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya, serta perwakilan instansi terkait, pengelola bandara, dan penyedia layanan penerbangan di Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Dr. H. Nyono menekankan bahwa transportasi udara memegang peran strategis dalam mendukung konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. Oleh karena itu, keamanan dan keselamatan penerbangan harus senantiasa menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan.
“Ada tiga hal utama yang ingin saya tekankan. Pertama, peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat di bandara melalui implementasi Airport Emergency Plan (AEP). Penanganan keadaan darurat membutuhkan perencanaan yang matang, penugasan yang jelas, serta mekanisme koordinasi yang teruji dan terintegrasi antar-instansi,” ujar Nyono.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya pelaksanaan Airport Security Programme (ASP) yang menjadi pedoman bersama dalam menjaga keamanan di lingkungan bandara. Tidak kalah penting, peserta juga dibekali pemahaman mendalam mengenai mitigasi risiko aktivitas vulkanik, yang dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi keselamatan penerbangan di wilayah Indonesia yang rawan bencana alam.
Kegiatan ini juga menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan penerbangan bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan kerja sama lintas instansi yang meliputi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola bandara, operator, hingga seluruh pemangku kepentingan terkait.
“Kita perlu menyadari bahwa keamanan dan keselamatan penerbangan tidak dapat berdiri sendiri. Hanya berjalan ketika semua pihak bersatu, saling berkoordinasi, dan berbagi informasi secara transparan,” tegasnya.
Diakhir sambutan, Dr. H. Nyono berharap sinergi yang terjalin selama kegiatan ini dapat terus dijaga dan diperkuat, sehingga transportasi udara di Jawa Timur semakin aman, selamat, tertib, dan andal bagi seluruh masyarakat.
Guh













