Saat ini Indonesia mengalami krisis minyak goreng. Hal ini menyebabkan kenaikan harga minyak goreng di Indonesia. Namun sampai sekarang pemerintah belum menemukan jalan keluar dari masalah krisis minyak goreng di Indonesia.
Kisruh kelangkaan minyak goreng yang sesuai harga eceran tertinggi (HET) masih terus berlanjut hingga kini. Melanjutkan sidak sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pun melakukan sidak ke Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan beberapa hari yang lalu. Dan, menemukan tidak ada satu pedagang pun yang menjual minyak goreng sesuai aturan harga eceran tertinggi.
“Minyak goreng ada barangnya, baik curah maupun kemasan. Permasalahannya hari ini tidak ada satu pun kios yang kita datangkan ini menjual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah,” Seperti kata Kemendag,usai melakukan sidak resmi di jakarta beberapa hari yang lalu.
“ Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan No 6/2022, HET minyak goreng sawit ditetapkan Rp11.500 per liter untuk minyak goreng curah, Rp13.500 per liter untuk minyak goreng kemasan sederhana, serta Rp14.000 per liter untuk minyak goreng kemasan premium”.
Jadi, apakah penyebab dari kelangkaan minyak goreng yang terjadi di Indonesia saat ini?. Apakah karena virus covid 19 yang sedang melanda Negara kita, hingga menyebapkan turunnya produksi dari pabrik minyak goreng di Indonesia, ataukah karena kurangnya pasokan kelapa sawit akibat dari penerapan sosial Distancing?.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikannya bahwa stok minyak goreng di pasaran harusnya melimpah. Akan tetapi, minyak goreng seakan-akan langka dan akibatnya harganya pun melonjak.
“ Salah satu hal yang dicurigai sebagai penyebabnya adalah minyak goreng yang seharusnya untuk rakyat justru malah terserap oleh pelaku industri. Hal itu disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi. Ia mengatakan bahwa ketersediaan minyak sawit sebagai bahan baku minyak goreng yang terkumpul dalam kebijakan domestic market obligation (DMO) sudah cukup besar. Seharusnya hal ini dapat membuat minyak goreng di pasaran melimpah”.
Kelangkaan minyak goreng ini pun sudah terasa di daerah kami, terutama di kota Ruteng dimana harga minyak goreng semakin meningkat dan permintaan konsumen pun juga meningkat. Hal ini pun berdampak juga kepada para pedagang terutama pedagang gorengan ataupun bisnis rumahan yang sangat membutuhkan pasokan minyak goreng yang cukup besar.








