Safrudin; Itu Sejalan Dengan Nilai Ditengah Masyarakat
Agam, Investigasi.News
Kabupaten Agam yang bervisikan Agam Madani mestilah menjadi landasan setiap kebijakan pembangunan, begitu juga pembangunan kepariwisataan. Hal tersebut jika tidak dilakukan, tentu tidak akan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Karena nantinya hal tersebut akan berbenturan dengan nilai yang hidup ditengah masyarakat.
Hal tersebut diungkapkan Safrudin ketua Fraksi PKS yang juga anggota pansus RPJMD 2021-2026 dihadapan Bupati Agam Bapak Dr.Andri Warman beserta tim RPJMD Kab Agam, pada Minggu (18/7). Itu disampaikan saat sedang berlangsungnya rapat pembahasan Ranperda RPJMD yang diadakan di Hotel Balcone gadut Kab Agam.
“Pembangunan pariwisata sebagaimana menjadi prioritas Bupati Agam terpilih mestilah berlandaskan Syariah atau “Halal Tourism”, sebab dalam dokumen RPJMD belum jelas tertera, hanya menyebut “Green tourism, edukasi, agro, olah raga dan budaya lokal” ungkap Safrudin yang juga politisi PKS 4 priode di Agam.
Sementara itu, kepada tim RPJMD Agam Safrudin menyampaikan bahwa Pemda tidak perlu ragu menjadikan syari’ah sebagai landasan pariwisata, sebab secara nasional sudah menjadi kebijakan kementrian pariwisata untuk mendukung pariwisata halal/halal tourism, apalagi Agam masyarakatnya kuat memegang Adat dan syara’ dengan falsafah minang ABS SBK (adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah.
“Apalagi kami melihat ada rencana untuk membangun proyek pariwisata prestisius berupa kereta gantung di maninjau, kebun binatang di Canduang dan Masjid terapung di pantai Tiku, maka hal tersebut sangatlah bagus untuk menjadi daya tarik dalam menarik peminat wisatawan ke Agam, namun mestilah wisatawan yang datang dan pengusaha wisata memperhatikan nilai Syariah”, ungkap Safrudin.
Dalam kesempatan tersebut, Safrudin juga mengusulkan pada RPJMD 2021-2026 proyeksi kenaikan PAD sebagai lambang kemandirian daerah, “lima tahun terakhir rata-rata PAD Agam hanya 118 milyar atau 7,6% dari total APBD, maka saya mengusulkan proyeksi kenaikan rata-rata 10% dari total APBD dengan membenahi sarana, SDM dan teknologi” imbuh Safrudin.
Daji



















