Wisata Pasaman Kian Berkembang, Bonjol Destinasi Wisata Terpadu

Geliat Pariwisata Pasaman terus bergerak menunjukan eksistensinya menuju destinasi wisata andalan di Provinsi Sumatera Barat. Sejumlah objek wisata baru muncul, berbagai ivent dan atraksi seni budaya anak nagari Pasaman, pun kerap tampil dalam berbagai vent yang dikemas Pemerintah Kabupaten Pasaman.

Kendati hampir merata di seluruh daerah, namun Pemerintah Pasaman hendaknya lebih fokus melirik prospek wisata kawasan Bonjol, yang ‘sarat’ dengan potensi besar untuk bisa berkembang menjadi Destinasi Wisata berkelas Mancanegara.

Dalam wawancara khusus dengan Kepala Dinas Kominfo Pasaman dan beberapa pelaku wisata Bonjol saat ‘dinner’ di Wisata Kuliner Bonjol, pekan.lalu, terungkap beberapa kemungkinan proyeksi dari potensi wisata yang dimiliki Bonjol saat ini.

Seperti disampaikan Budhi Hermawan, Kadis Kominfo, jika dikelola sungguh-sungguh dan terintegrasi, niscaya kawasan Bonjol dan sekitarnya akan bisa diwujudkan menjadi Kawasan Wisata Terpadu nan prospektif dan menjanjikan.

Dikatakan, banyak objek serta spot foto buat instagramable yang bisa digarap di kawasan pintu Selatan Pasaman ini.

Mulai dari basic dasarnya sebagai kawasan Wisata Sejarah, dengan narasi cerita dari peninggalan bukti sejarah Perjuangan Tuanku Imam Bonjol. Bonjol juga tak kalah seru dengan objek wisata Equator, sebagai garis tengah Bumi, dengan Tugu Khatulistiwanya.

Bahkan belum lama ini, Pemerintah Kabupaten sukses menggelar ‘Pasaman Festival’ yang bertajuk “Pasaman Land of The Equator’.

Tak. kalah seru, dalam moment Titik Kulminasi Matahari di Garis Tengah Bumi Equator Bonjol, Pemerintah Kabupaten Pasaman sukses menggelar sejumlah Pesta Atraksi Budaya selama tiga hari berturut-turut di areal taman Museum Tuanku Imam Bonjol. Dan sempat dideklarasikan dalam ivent tersebut, Bonjol ‘NEGERI TANPA BAYANGAN’,

Budhi menjelaskan, bahwa bola besi bulat mirip globe yang ada di sisi Barat Gerbang Khatulistiwa Bonjol, sebenarnya dapat dimanfaatkan buat planetarium, dengan sajian aneka ornamen, gambar dan tampilan lainnya yang berkaitan dengan antariksa dan seisinya.

“Tahun depan di 2023, Pemkab Pasaman didukung anggaran Pemprov Sumbar akan memugar bola dunia tersebut menjadi planetarium yang dilengkapi pajangan dan ornamen tentang keantariksaan,” ungkap Budhi.

“Selain sebagai objek kunjungan wisata, nanti para pelajar juga dapat melakukan study tour belajar antariksa di miniatur bola dunia itu,” imbuhnya.

Di sisi lain, lanjutnya, di kawasan Bukit Tak Jadi, sebagai daerah basis pertahanan Pasukan Padri yang dipimpinan Tokoh Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol saat perang melawan invasi Belanda dulu, juga pernah dirintis pemerintahan setempat sebagai lokasi titik terjun pecandu olahraga Paralayang.

Namun entah kenapa, aktifitas paralayang itu terhenti, dan tidak berlanjut lagi sekarang.

Di sisi Barat Bonjol, menuju wilayah Sungai Hitam, sejak beberapa tahun lalu sudah dibangun (dipugar) bangunan Benteng Pertahanan di masa Perang Padri dulu. Jalan menuju benteng sudah bagus, dengan kondisi hotmix.

Dan tak kalah menariknya menurut Budhi, Bonjol memiliki spot Wisata Tambang Emas yang sudah beroperasi semenjak jaman penjajahan kolonial Belanda tempo doeloe. Lokasi tambang terletak di kawasan Bukit Manggani yang berbatas dengan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Terakhir, sejak dua tahun kebelakang, Bonjol mulai terkenal sebagai Kota Bunga yang menghadirkan objek Wisata Bunga nan memanjakan mata.

Nila Sari (50) warga Jorong Kampung Baru, Nagari Ganggo Mudiak, Kecamatan Bonjol, mengaku tanaman kaktus mini di taman Nila Flower miliknya telah banyak dikunjungi tamu, dan telah menghasilkan banyak uang untuk keluarganya.

Budidaya kaktus mini masif di kawasan yang dilintasi garis khatulistiwa ini karena iklimnya cocok.

Informasi yang diterima dari petani dan pedagang bunga Bonjol, bahwa omzet penjualan mereka telah mencapai milyaran rupiah.

Dan bukan program mubazir kiranya, jika pemerintah daerah memasukan program pembangunan out let atau semacam Plaza Bunga di daerah ini nantinya.

Dari amatan Media investigasi.news, Wisata Kuliner Bonjol dengan view alam yang bagus, serta sungainya yang lebar dan bersih, di back-up hadirnya pentas seni budaya, berikut ivent lomba dan kompetisi penggiat seni budaya yang terjadwal kontinyu, sepertinya akan menjadikan Kawasan Wisata Terpadu Bonjol, semakin menarik untuk dikunjungi, baik wisatawan lokal maupun domestik.

Khusus aliran sungai Batang Masang yang membelah Bonjol tersebut. beberapa waktu terakhir telah berkembang menjadi objek wisata menguji adrenalin, bagi pecandu olah raga arung jeram.

Sekarang tinggal lagi bagaimana pengusaha dan masyarakat setempat mendukung dengan aneka kerajinan marchandise, serta mendirikan Home Stay ataupun Hotel yang representative di wilayah ini.

‘Semoga Mimpi’ menjadikan Bonjol sebagai Destinasi Wisata Terpadu berkelas Wisata Mancanegara, akan menjadi kenyataan.

Liputan : Ilham (Investigasi.news – Pasaman)