Berikut Proses Pembangunan Jalan Beton Secara Sederhana

Bengkulu, Investigasi.News – Terkait pekerjaan jalan rabat beton milik dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kota Bengkulu di Kelurahan Padang Harapan yang kini menjadi sorotan tajam sepuluh media yang tergabung dalam sebuah kelompok dengan nama Ikatan Media Nasional (Imnas) Bengkulu, membuat media ini tertarik untuk menggali lebih jauh bagaimana cara sebenarnya proses pengerjaan jalan rabat beton tersebut.

Dikutip dari artikel yang dituliskan oleh Novotest Indonesia, secara jelas dan terperinci mekanisme atau cara mengerjakan pekerjaan jalan rabat beton dengan baik dan benar.

Dan berikut ini adalah proses pembangunan jalan beton secara sederhana :

1. Perataan Permukaan Jalan

Sebelum dibangun menjadi jalan, tentu lokasi yang akan dibangun harus bersih dari berbagai batuan besar, kayu dan berbagai jenis kotoran lainnya. Berbagai hal tersebut bila dibiarkan tentu akan mempengaruhi kepadatan lapisan beton. Setelah lokasi dibersihkan maka proses selanjutnya adalah pemadatan tanah yang akan dijadikan jalan.

Proses pemadatan ini harus dilakukan dengan baik agar nantinya tidak ada tanah yang lebih miring. Tidak ratanya lapisan tanah dapat mempengaruhi tingkat kerataan permukaan jalan. Bila jalan beton yang akan dibangun adalah merenov jalan aspal yang sudah ada, biasanya pekerjaan ini dilakukan pada separuh bagian jalan lebih dulu. Hal ini tentu agar separuh bagian jalan masih dapat dilalui kendaraan.

2. Pemberian Pondasi Untuk Beton

Proses selanjutnya adalah memberikan tanah urugan pada lokasi yang akan dibangun jalan beton. Umumnya urugan ini menggunakan batu makadam, urugan ini dilakukan hingga mencapai ketebalan kurang lebih 30 cm. Ukuran batu yang digunakan sebagai urugan jalan beton umumnya lebih kecil dibandingkan urugan pondasi rumah.

Setelah urugan batu makadam telah diberikan, maka masih akan ditambahkan urugan menggunakan lapisan sirdam. Urugan kedua ini juga dilakukan hingga mencapai ketebalan yang sama. Urugan kedua ini digunakan untuk mengisi celah yang masih ada pada urugan pertama karena menggunakan campuran kerikil dan pasir. Setelah itu urugan akan dipadatkan hingga sempurna menggunakan vibrator beton.

3. Landasan Cor Beton

Proses selanjutnya adalah menutupi lapisan pondasi tersebut menggunakan hamparan plastik, hal ini dilakukan untuk menutupi landasan cor beton. Penggunaan plastik ini digunakan agar air dari cor beton tidak meresap ke dalam tanah pondasi. Dengan begitu akan terbentuk lapisan beton yang kokoh dan kuat untuk dijadikan jalan.

4. Memasang Kerangka Beton

Setelah diberi lapisan plastik barulah diatasnya diberikan kerangka besi tulangan beton / wiremesh sebagai lapisan beton decking. Umumnya ketebalan besi kerangka ini adalah sekitar 8 mm yang dibentuk S. Pemasangan tulangan ini bertujuan untuk memberikan batasan sekaligus pengikat wiremesh pada lapisan bawah dan atasnya.

5. Proses Pengecoran Beton

Proses pengecoran beton merupakan langkah terpenting dalam proses pembangunan jalan beton. Tentu campuran beton ini haruslah diperhitungkan dan memiliki kualitas yang baik.

Setelah beton sudah dicor maka tutup kembali menggunakan plastik ataupun karung goni pada permukaannya. Hal ini bertujuan agar proses pengerasan dapat terbentuk dengan sempurna, setelah mengeras biasanya beton masih mempunyai gundukan-gundukan kecil. Karenanya diperlukan proses perlukaan untuk menghaluskan dan meratakannya agar jalan lebih nyaman dilalui.

Proses pengecoran ini akan berjalan dengan sempurna bila dilakukan pada cuaca yang cerah. Tentu dengan cuaca yang cerah maka beton akan lebih cepat kering dan perkerasannya akan maksimal. Namun bagaimana bila proses pengecoran berlangsung ketika cuaca hujan? karenanya ada prosedur tersendiri untuk hal tersebut.

6. Proses Pemadatan Beton

Setelah beton sudah mengeras, tentu tidak serta merta jalan beton bisa langsung dilalui kendaraan. Jalan beton harus dipastikan lebih dulu tingkat kekerasannya apakah sudah memenuhi standar yang telah diperhitungkan atau belum. Proses pengujian kekerasan jalan beton umumnya dilakukan menggunakan alat ukur kekerasan beton.

Namun sebelumnya biasanya beton akan diberi penyiraman air selama 23 hari secara terus-menerus. Hal ini bertujuan agar beton tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan air pada lapisannya. Kadar air atau kelembaban beton juga akan mempengaruhi kualitas beton, karenanya dibutuhkan alat ukur kelembaban beton untuk mengujinya.

Demikian adalah beberapa proses pembuatan jalan beton secara sederhana. Dari penjelasan singkat tersebut dapat kita simpulkan bahwa penggunaan alat ukur yang tepat berguna dalam pengujian kualitas beton. (R)