Umat Katholik Stasi Santo Yosef Rawa Selapan Antusias Mendengarkan Pesan Malam Natal

Lampung Selatan, investigasi.news – Natal merupakan salah satu hari raya yang selalu dinanti-nantikan oleh sebagian besar umat Kristiani. Natal adalah hari di mana umat Kristiani merayakan hari kelahiran Yesus Kristus dari Nazaret. Hari Natal dirayakan setiap tanggal 25 Desember. Namun, sejak satu hari sebelumnya, yaitu tanggal 24 Desember, umat Kristiani sudah merayakan Malam Natal di semua Gereja Gereja Katholik, tak ketinggalan juga umat Stasi Santo Yosep dengan antusias dan penuh khidmad mengikuti Misa Malam Natal di Gereja Santo Yosef Rawa Selapan Paroki Keluarga Kudus Sidomulyo Lampung Selatan yang di pimpin Romo Yohanes Baptis Widarman di mulai pukul 20.00 wib (24/12/2022).

“Malam Natal menjadi penanda puncak masa Adven sebelum Natal yang dimulai pada hari Minggu keempat sebelum Malam Natal”

Setiap tahun menjelang Hari Raya Natal, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) menyampaikan Pesan Natal Bersama,

Untuk Perayaan Natal tahun 2022 ini, KWI dan PGI mengusung tema Pulanglah Mereka ke Negeri Mereka Melalui Jalan Lain (Matius 2:12). Apa makna tema ini?

Selengkapnya di sampaikan oleh Romo Yohanes Baptista Widarman saat memimpin Homili perayaan Malam Natal. Dalam Pesan Natal mereka, kedua aras gereja terbesar tersebut menjelaskan, “Jalan lain” dapat dipahami secara rohani.

“Sesudah bertemu dengan Yesus, orang tidak lagi menjalani hidup dengan cara lama, tetapi dengan cara yang baru, menjadi manusia baru. Dengan demikian, Natal juga mengajak kita untuk menemukan jalan baru dan kreatif dalam mewartakan kasih-Nya kepada sesama dan semua makhluk ciptaan.” kata RM. Yohanes

Selanjutnya dikatakan, “Orang-orang bijak dari Timur yang berjalan bersama-sama mencari Yesus, mengajak kita untuk berjalan bersama juga, dalam menemukan kehendak Dia yang ‘tinggal di antara kita’ (Bdk.Yoh. 1:14) untuk menegakkan Kerajaan Kasih-Nya”.

Dan sebagai warga bangsa dan warga Gereja, meskipun kita bhinneka – berbeda agama, suku, golongan, budaya – kita mesti selalu berjalan bersama agar dalam kebersamaan itu mampu menghadapi berbagai macam tantangan dan kesulitan hidup.

Keanekaragaman merupakan anugerah Allah yang harus disyukuri, dirawat, dan dikembangkan. Kebhinekaan yang kita sadari sebagai anugerah Tuhan itu seharusnya mendorong kita untuk saling bergandengan tangan dalam mewujudkan tata kehidupan bersama yang lebih bermartabat.

Dikatakan dalam pesan yang sama, dengan berjalan bersama, bangsa ini dimampukan untuk “pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat”.

Dengan itu juga bisa membangun kembali kehidupan dari keterpurukan dalam berbagai bidang akibat pandemi Covid- 19, membangun peradaban kasih di tengah menguatnya tindak kekerasan, merajut kerukunan di tengah merebaknya intoleransi.

Mereka juga mengajak umat Kristiani untuk memopulerkan budaya jujur di tengah mengguritanya tindak kejahatan korupsi.

Menggemakan pertobatan ekologis di tengah maraknya kerusakan lingkungan hidup, dan mengembangkan hidup berpolitik yang beretika menjelang pesta demokrasi tahun 2024.

Masih kata RM. Yohanes, Mereka menegaskan bahwa berjalan bersama dapat menghasilkan kekuatan yang luar biasa.

“Oleh karenanya semangat itu perlu ditopang dengan sikap saling memahami, menerima, mendengarkan, dan menghargai kawan seperjalanan, yaitu seluruh warga bangsa kita” tegas RM. Yohanes

Kita hilangkan berbagai pikiran negatif dan prasangka buruk. Kita kembangkan budaya hidup damai dan bersaudara,” demikian bagian lain pesan tersebut.

Pada bagian lain, KWI dan PGI mengajak umat Kristiani untuk menggunakan teknologi informasi dengan bijaksana untuk memuliakan Allah dengan membangun tata kehidupan bersama yang penuh kasih.

Ia tidak pernah meninggalkan kita dalam keadaan apa pun (bdk. Ibr.13:5). Ia juga selalu menjga kita sehingga kakki kita tidak pernah goyah Ibdk.Mzm.121:3) dalam mencari dan menemukan jalan-jalan kreatif agar keselamatan Allah dapat dissakan oleh sebanyak mungkin orang.”

“Atas nama Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), kami mengucapkan selamat Natal Tahun 2022, dan selamat menyongosng Tahun Baru 2023. Tuhan memberkati.

Untuk menjamin keamanan selama rangkaian kegiatan perayaan Natal, Polsek Candipuro melaksanakan pengamanan tempat-tempat ibadah yang ada di wilayah hukum Polsek Candipuro..

Ka.Polsek Candipuro melalui anggotanya Aiptu Andi Sembiring mengatakan, sterilisasi dilakukan tidak hanya didalam gereja saja, namun juga diluar lingkungan gereja.

Dijelaskan bahwa kegiatan penyisiran dan sterilisasi ini dilakukan sedini mungkin untuk mencegah kemungkinan munculnya ancaman yang berasal dari aksi terorisme maupun gangguan kamtibmas lainnya.

Selain itu kata Sembiring, perayaan Natal tahun ini dijaga oleh petugas kepolisian yang dibantu dari unsur TNI dan Anggota Linmas, Pemuda Budha, Pemuda Ansor serta dibantu oleh pihak keamanan dari gereja.

Tak lupa kami mengucapkan selamat hari Raya Natal, semoga seluruh rangkaian ibadah sampai dengan puncaknya nanti di Hari Natal dapat berjalan aman dan kondusif,” pungkas Andi Sembiring.

Selanjutnya Ketua panitia Perayaan Natal Gereja Stasi Santo Yusuf, Anjar Triyanto menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara dari awal hingga sampai berakhirnya, selesai dengan sangat baik dan berlangsung lancar dan aman, tandasnya.

“Kepada anggota Polsek Candipuro, anggota Linmas Desa Rawa Selapan, Pemuda Umat Budha, Pemuda Banser, Toko Jago Rawa Selapan dan Dakoko mama Pad yang telah mendukung dan mengamankan tak lupa menyampaikan banyak terima kasih, pungkasnya. (Petrus).