Polres Sawahlunto Kerahkan 230 Personil Gabungan Amankan Operasi Ketupat Singgalang

Sawahlunto, Investigasi.news – Polres Sawahlunto akan mengerahkan 230 personil gabungan guna kelancaran dalam pelaksanaan operasi Ketupat Singgalang dalam pengamanan Idul Fitri 1443 Hijriah. Personil gabungan yang terdiri dari 70 Polri dan 150 personil dari unsur TNI AD, Satpol PP, Damkar, PBD, Perhubungan, Kesehatan Senkom dan PLN.

Kapolres AKBP Ricardo Condrat Yusuf menyatakan Operasi Ketupat-2022 harus dilaksanakan secara optimal. Perjalan mudik maupun balik berjalan lancar, aman dan sehat. Kejahatan dan gangguan kamtibmas sekecil apapun harus kita cegah dan antisipasi.

Ketika operasi ini berhasil, masyarakat dapat melaksanakan aktivitas ibadah Idul Fitri 1443 H tahun 2022 dengan aman dan sehat, baik dari gangguan kamtibmas maupun dari bahaya Covid-19. Untuk itu, pelaksanaan operasi ini dengan penuh rasa tanggung jawab dengan dukungan penuh masyarakat, kata Ricardo usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Singgalang Kota Sawahlunto 2022 di Lapang Mapolres Sawahlunto, Jumat (22/4/2022)

Lebih jauh kapolres memaparkan untuk penunjang akan didirikan tiga pos, yakni satu pos pengamanan di jalan lintas sumetera di Muara kalaban tepatnya di depan objek Wisata waterboom, dua pos pelayanan yakni di Lapangan segitiga Ombilin dan di simpang Taman satwa Kandi.

Seperti yang diamanatkan Kapolri, sebut Ricardo berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, terdapat beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus diantisipasi antara lain, ancaman terorisme, premanisme, aksi sweeping oleh ormas, kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok, antrean dan kelangkaan BBM.

Selain itu, terang dia, kejahatan konvensional, penyakit masyarakat, konflik buruh terkait THR, balap liar, penyalahgunaan narkoba, petasan, perkelahian antar kelompok atau antar kampung, aksi perusakan fasilitas umum, kerumunan masyarakat berpotensi menyebabkan penularan Covid-19 maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.

Dia berpesan kepada masyarakat kota Sawahlunto yang memiliki perantau sekitar 9 ribuan ini tentu sangat merasakan kerinduan untuk pulang kampung karena sudah dua tahun tak dapat menjalankannya. Hendaknya, jangan eforia atau terlalu berlebihan namun tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 setidaknya dengan menahan diri untuk isolasi dirumah dahulu.

“ kondisi kota Sawahlunto saat ini zero atau nihil terpapar Covdi-19, jangan nanti justru pascalebaran terjadi lonjakan kasus. Dan ini yang ditekankan dari amanat Kapolri karena dibeberapa negara lain mulai meningkat “ pintanya.

Operasi Ketupat Singgalang di Polres Sawahlunto melakukan apel gelar pasukan yang dipimpin Wali Kota Sawahlunto Deri Asta dan bersama Forkompimda melakukan gelar pemeriksaan pasukan yang terdiri dari Polri, TNI AD, Satpol PP, Perhubungan, Senkom, Tenaga Kesehatan, PLN dan personil tanggap darurat PBD. (T.Ab)