Jakarta– Jumlah pengguna internet di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan pada 2026. Berdasarkan survei terbaru yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet nasional mencapai 81,72 persen atau sekitar 235 juta jiwa dari total populasi Indonesia yang berjumlah sekitar 287 juta penduduk.
Angka tersebut meningkat sekitar 6 juta pengguna dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 229 juta jiwa dengan tingkat penetrasi 80,66 persen. Kenaikan ini menunjukkan bahwa internet semakin menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari komunikasi, pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan publik.
Hasil survei APJII juga menunjukkan bahwa Pulau Jawa masih menjadi wilayah dengan tingkat penetrasi internet tertinggi, yakni mencapai 85,95 persen. Sementara itu, kelompok usia muda, khususnya Generasi Z dan milenial, menjadi pengguna internet terbesar dengan tingkat penetrasi di atas 89 persen.
Dalam hal perangkat akses, smartphone masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk terhubung ke internet. Rata-rata durasi penggunaan internet tercatat berkisar antara 4 hingga 6 jam per hari.
Berdasarkan wilayah, tingkat penetrasi internet di Indonesia bervariasi. Kalimantan mencatat penetrasi sebesar 80,40 persen dengan kontribusi pengguna 6,20 persen. Sumatra mencapai 78,24 persen dengan kontribusi pengguna 20,74 persen. Sementara Bali dan Nusa Tenggara memiliki penetrasi 78,14 persen dengan kontribusi 5,26 persen.
Adapun Sulawesi mencatat tingkat penetrasi sebesar 72,58 persen dengan kontribusi pengguna 6,62 persen, sedangkan Maluku dan Papua berada pada angka 69,74 persen dengan kontribusi pengguna 2,94 persen.
Meski akses internet semakin meluas dan merata, sejumlah tantangan masih dihadapi masyarakat, terutama terkait mahalnya biaya kuota internet, keterbatasan perangkat digital, serta rendahnya tingkat literasi digital di beberapa daerah.
Dikutip dari CNN Indonesia, Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menyatakan bahwa internet saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan telah menjadi bagian penting dari aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik masyarakat Indonesia.
Berdasarkan klasifikasi wilayah tempat tinggal, masyarakat di kawasan perkotaan (urban) memiliki tingkat penetrasi internet sebesar 84,75 persen dengan kontribusi pengguna 60,59 persen. Sementara itu, wilayah perdesaan (rural) mencatat tingkat penetrasi 78,18 persen dengan kontribusi pengguna 39,41 persen.
Lebih lanjut, APJII mencatat bahwa komunikasi dan jejaring sosial menjadi alasan utama masyarakat menggunakan internet dengan persentase 19,9 persen. Disusul oleh hiburan digital seperti layanan streaming dan gim sebesar 19,7 persen, pencarian informasi dan berita sebesar 19,6 persen, serta transaksi e-commerce dan layanan digital sebesar 18,7 persen.
Pertumbuhan pengguna internet yang terus meningkat ini menjadi indikator penting bagi percepatan transformasi digital nasional. Namun, upaya pemerataan akses, peningkatan kualitas jaringan, serta penguatan literasi digital tetap menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian berbagai pihak.
(Redaksi)







