Agam, Investigasi.News – Rentetan bencana yang melanda wilayah Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, dalam sepekan terakhir menyebabkan sejumlah warga mengalami kerugian material. Mulai dari kebakaran rumah, banjir akibat luapan sungai, hingga pohon tumbang yang merusak tempat tinggal warga. Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat kepada empat kepala keluarga (KK) yang terdampak.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merespons kondisi darurat sekaligus memastikan warga yang tertimpa musibah tidak menghadapi masa sulit pascabencana seorang diri. Selain memenuhi kebutuhan pangan, bantuan juga diarahkan untuk menunjang kebutuhan sandang dan perlengkapan dasar tempat tinggal sementara.

Penyaluran bantuan dilaksanakan langsung ke rumah para korban pada Sabtu (31/11/2026), melalui Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Agam. Kegiatan tersebut didampingi Fadhli A, S.IP., MM., Kasi Trantib Kecamatan Lubuk Basung, serta wali jorong setempat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan menyusul tiga peristiwa bencana yang terjadi dalam rentang waktu 27 hingga 31 Oktober 2026. Ketiga kejadian itu menimbulkan kerusakan rumah, kehilangan barang-barang kebutuhan rumah tangga, serta kerugian material yang tidak sedikit bagi masyarakat.

“Sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, kami bergerak cepat menyalurkan bantuan darurat kepada warga yang terdampak bencana. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban dalam memenuhi kebutuhan mendesak pascamusibah,” ujar Feri Dunda, yang turut mendampingi penyaluran bantuan mewakili Bidang Linjamsos Dinas Sosial Agam.
Kebakaran Hanguskan Rumah, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta
Salah satu peristiwa bencana terjadi pada 27 Oktober 2026 di Jorong IV Garagahan, Nagari Garagahan. Kebakaran menghanguskan satu unit rumah milik Irwan Joni (65). Kobaran api menyebabkan kerusakan berat pada bangunan rumah dengan perkiraan kerugian material mencapai Rp100 juta.

Peristiwa tersebut menjadi pukulan berat bagi korban yang harus menghadapi kehilangan tempat tinggal dan sejumlah harta benda. Meski demikian, dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa.
Banjir Rendam Rumah, Peralatan Sekolah Anak Ikut Hanyut
Belum selesai dampak kebakaran, bencana lain kembali melanda masyarakat. Pada 31 Oktober 2026, banjir akibat luapan sungai menerjang Jorong II Balai Ahad, Nagari Lubuk Basung.
Rumah milik Rahma Deni (44) terendam air bercampur lumpur. Tidak hanya mengganggu aktivitas keluarga, banjir juga merusak sejumlah barang rumah tangga, pakaian, hingga peralatan sekolah anak yang turut hanyut terbawa arus.
Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta. Kondisi ini memperlihatkan bahwa dampak banjir tidak hanya menyentuh persoalan kerusakan bangunan, tetapi juga mengganggu kebutuhan dasar keluarga, termasuk perlengkapan pendidikan anak.

Pohon Tumbang Rusak Dua Rumah, Kerugian Capai Rp100 Juta
Sementara itu, pada 28 Oktober 2026, bencana pohon tumbang terjadi di Jorong Anak Aia Dadok, Nagari Manggopoh. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan berat setelah tertimpa pohon.
Dua warga yang terdampak masing-masing Muhammad Zukri (44) dan Erna Wati (75). Kerugian material akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Rentetan kejadian ini menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah Lubuk Basung menghadapi ancaman bencana dengan karakteristik berbeda. Kebakaran, banjir, dan pohon tumbang sama-sama meninggalkan dampak serius terhadap kondisi tempat tinggal, harta benda, serta kehidupan sehari-hari warga.
Dinsos Salurkan Bantuan Pangan, Sandang hingga Terpal
Sebagai langkah penanganan awal, Dinas Sosial Kabupaten Agam menyalurkan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan mendesak para korban.
Bantuan pangan yang diberikan meliputi beras, telur, minyak goreng, serta makanan siap saji. Sementara bantuan sandang terdiri atas kasur, selimut, tikar, handuk, dan kain sarung.
Tidak hanya itu, untuk membantu memenuhi kebutuhan perlindungan sementara, para korban juga menerima bantuan berupa terpal tenda gulung.
Penyaluran berbagai jenis bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para korban melewati masa tanggap darurat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok setelah rumah dan sejumlah perlengkapan mereka mengalami kerusakan akibat bencana.
Dinas Sosial Kabupaten Agam menegaskan bahwa penanganan masyarakat terdampak tidak berhenti pada penyaluran bantuan awal. Pemantauan kondisi korban dan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan bersama wali nagari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Satpol PP dan Damkar.

Diungkapkan Irianti, AKS, selaku Kabid Linjamsos Dinas Sosial Kabupaten Agam juga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan kepada warga terdampak bencana merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.
“Ketika masyarakat tertimpa musibah, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan. Karena itu, kami berupaya agar bantuan dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan para korban, baik berupa kebutuhan pangan, sandang, maupun perlengkapan darurat lainnya. Kami memahami bahwa kehilangan tempat tinggal dan barang-barang kebutuhan keluarga bukanlah hal mudah untuk dihadapi,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bidang Linjamsos akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, wali nagari, dan unsur terkait untuk memantau kondisi warga terdampak serta mengidentifikasi kebutuhan lanjutan.
“Harapan kami, bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu,” tutupnya.
Adv/Daji













