Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan transportasi kereta api selama masa libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 H, libur Waisak, dan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung pada 27 Mei hingga 1 Juni 2026. Selama enam hari masa angkutan, KAI Divre II Sumbar berhasil melayani sebanyak 40.514 pelanggan pada berbagai perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Barat.
KA Pariaman Ekspres menjadi layanan yang paling diminati dengan jumlah pengguna mencapai 30.255 penumpang atau setara 119 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 25.440 tempat duduk. Tingginya capaian ini mencerminkan tingginya mobilitas dan perputaran pelanggan pada layanan KA Pariaman Ekspres selama periode libur panjang. Adapun KA Minangkabau Ekspres melayani 5.877 penumpang, sedangkan KA Lembah Anai melayani 4.382 penumpang.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi pilihan untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun memenuhi berbagai kebutuhan perjalanan selama masa liburan.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa hasil positif ini menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api yang menawarkan perjalanan aman, nyaman, tepat waktu, serta bebas dari kemacetan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa libur panjang. Tingginya jumlah penumpang yang kami layani menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta memastikan setiap perjalanan berlangsung dengan aman, nyaman, dan selamat hingga tujuan,” ujar Reza.
Sementara itu, Rizki Amanda, mahasiswa Universitas Dharma Andalas sekaligus pengguna jasa KA Pariaman Ekspres, mengaku puas dengan layanan yang diberikan KAI selama masa libur panjang. Menurutnya, kereta api menjadi pilihan transportasi yang nyaman, aman, dan tepat waktu untuk bepergian.
“Saya memilih KA Pariaman Ekspres karena perjalanannya nyaman, tarifnya terjangkau, dan waktunya lebih pasti. Selain itu, kondisi kereta maupun stasiun juga bersih, sehingga membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan. Saya berharap pelayanan yang sudah baik ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Rizki.
Selama periode angkutan libur panjang, Stasiun Padang tercatat sebagai stasiun keberangkatan dengan jumlah pelanggan tertinggi, yakni sebanyak 11.164 penumpang. Berikutnya adalah Stasiun Pariaman dengan 7.594 penumpang, Stasiun Naras sebanyak 3.243 penumpang, Stasiun Air Tawar sebanyak 2.893 penumpang, serta Stasiun Lubuk Alung sebanyak 2.058 penumpang.
Pada sisi kedatangan, Stasiun Padang juga menjadi tujuan favorit pelanggan dengan total kedatangan mencapai 11.526 penumpang. Selanjutnya, Stasiun Pariaman mencatat 8.024 penumpang, Stasiun Air Tawar sebanyak 3.258 penumpang, Stasiun Naras sebanyak 2.365 penumpang, dan Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebanyak 2.108 penumpang.
Guna mendukung tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur panjang, KAI Divre II Sumbar memastikan seluruh layanan operasional berjalan optimal melalui kesiapan sarana dan prasarana, penguatan pengawasan operasional, serta peningkatan pelayanan kepada pelanggan baik di stasiun maupun selama perjalanan. Berkat berbagai langkah tersebut, seluruh perjalanan kereta api sepanjang periode angkutan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan terkendali.
Di samping berfokus pada pelayanan, KAI Divre II Sumbar terus menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam operasional perkeretaapian. Sepanjang masa angkutan libur panjang, petugas secara rutin melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana, pemantauan perjalanan kereta api, serta sosialisasi keselamatan kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur rel.
KAI Divre II Sumbar mengimbau masyarakat untuk senantiasa disiplin dan mematuhi aturan keselamatan di perlintasan sebidang dengan mendahulukan perjalanan kereta api, berhenti sejenak sebelum melintas, serta memastikan kondisi aman dari kedua arah. Masyarakat juga diingatkan agar tidak berjalan, bermain, maupun melakukan aktivitas lainnya di jalur rel karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta api.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan perkeretaapian. Keselamatan perjalanan kereta api tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga memerlukan kepedulian dan partisipasi aktif seluruh pihak. Melalui kepatuhan terhadap aturan di perlintasan serta tidak beraktivitas di jalur rel, kita dapat mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, lancar, dan selamat bagi semua,” tutup Reza.
Sc







