Karimun– Komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam memperkuat pelayanan publik di daerah kembali diwujudkan melalui penyaluran Bantuan Keuangan Khusus (BKAD) senilai Rp5.663.448.480 kepada Pemerintah Kabupaten Karimun. Dana tersebut difokuskan untuk mempercepat pembangunan sektor kesehatan, infrastruktur desa, serta penguatan pelayanan dasar bagi masyarakat.
Salah satu prioritas utama bantuan tersebut adalah rehabilitasi RSUD Tanjung Batu Kundur dengan alokasi anggaran sebesar Rp2.960.448.480. Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemerintah Kabupaten Karimun dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus mempersiapkan rumah sakit tersebut naik status menjadi Rumah Sakit Tipe D.
Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, yang terus mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Karimun.
“Perhatian Pemerintah Provinsi melalui dana BKAD ini menjadi dorongan besar bagi peningkatan pelayanan kesehatan di Karimun. Rehabilitasi RSUD Tanjung Batu Kundur sangat penting untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang lebih representatif, nyaman, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati.
Menurutnya, sinergi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten menjadi bukti nyata bahwa pembangunan hanya dapat berjalan optimal melalui kolaborasi yang kuat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rehabilitasi RSUD Kundur akan difokuskan pada peningkatan fasilitas rawat inap sebagai syarat utama peningkatan status rumah sakit menjadi Tipe D. Dengan peningkatan tersebut, masyarakat Pulau Kundur dan sekitarnya diharapkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih lengkap tanpa harus banyak dirujuk ke rumah sakit di luar wilayah.
Direktur RSUD Kundur, Surawan, SKM., MM., menjelaskan bahwa sekitar Rp2,3 miliar dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi ruang rawat inap yang akan menambah 30 tempat tidur baru. Sementara lebih dari Rp700 juta digunakan untuk pengadaan sarana pendukung, seperti bed set pasien dan tiang infus.
“Bantuan ini merupakan investasi jangka panjang. Salah satu syarat rumah sakit Tipe D adalah memiliki minimal 50 tempat tidur. Saat ini tersedia 20 tempat tidur, sehingga dengan tambahan 30 tempat tidur nanti, persyaratan tersebut dapat terpenuhi,” jelas Surawan.
Tak hanya menambah kapasitas pelayanan, rehabilitasi juga akan meningkatkan kualitas ruang perawatan. Seluruh ruang rawat inap akan disesuaikan dengan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), termasuk dilengkapi pendingin ruangan (AC), sehingga pasien memperoleh kenyamanan yang lebih baik selama menjalani perawatan.
Surawan juga memastikan kesiapan sumber daya manusia di RSUD Kundur. Menurutnya, tenaga perawat dan bidan telah mencukupi, sedangkan peningkatan status rumah sakit nantinya akan membuka peluang memperoleh tambahan dokter spesialis, sehingga pelayanan medis semakin lengkap.
“Kehadiran dokter spesialis menjadi harapan besar masyarakat Kundur. Dengan status Tipe D, peluang mendapatkan alokasi tenaga spesialis akan semakin terbuka sehingga masyarakat tidak perlu lagi sering dirujuk ke luar daerah,” katanya.
Selain sektor kesehatan, bantuan BKAD juga diarahkan untuk memperkuat pembangunan hingga tingkat desa dan kelurahan. Pemerintah Provinsi Kepri mengalokasikan Rp1.215.000.000 bagi kelurahan serta Rp1.488.000.000 untuk pemerintah desa sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan masyarakat.
Secara simbolis, bantuan desa diserahkan kepada 11 desa di Kabupaten Karimun, yakni Desa Lubuk, Sungai Sebesi, Sungai Ungar, Gemuruh, Kundur, Sawang Laut, Sawang Selatan, Perayun, Sungai Ungar Utara, Tanjung Berlian Barat, dan Teluk Radang.
Kunjungan Gubernur Ansar Ahmad ke Kabupaten Karimun juga diisi dengan penyerahan berbagai bantuan lintas sektor, mulai dari hibah rumah ibadah melalui Biro Kesejahteraan Rakyat, bantuan logistik kebencanaan dari BPBD, hingga santunan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan bagi petani dan nelayan.
Melalui sinergi yang semakin erat antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kabupaten Karimun, diharapkan pembangunan di berbagai sektor dapat berjalan lebih cepat dan merata. Dukungan tersebut tidak hanya memperkuat infrastruktur pelayanan publik, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kabupaten Karimun yang semakin sehat, maju, mandiri, dan berdaya saing.
Sapi’i



