Pidie Jaya, Investigasi.News – Komitmen mempercepat pemulihan Kabupaten Pidie Jaya pascabencana banjir hidrometeorologi terus diperkuat. Di bawah koordinasi berbagai pihak, termasuk Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRRP) Pusat bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, proses penanganan dampak banjir terus menunjukkan perkembangan.
Ketua Tim Satgas PRRP Pusat, Dr. Drs. Imran, M.Si., M.A., C.D., turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah lokasi terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (2/9/2026).
Kehadiran Imran di lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta melihat langsung perkembangan penanganan di berbagai sektor.
Dari hasil monitoring tersebut, progres penanganan pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya secara keseluruhan telah mencapai lebih dari 40 persen. Meski demikian, Imran menyebut masih terdapat sejumlah sektor yang membutuhkan percepatan dan perhatian lebih serius.
“Secara keseluruhan perkembangan (progres) penanganan banjir di Pidie Jaya ini sudah mencapai 40 persen lebih. Malah ada yang sudah lebih, dan harus kita akui juga ada yang masih sangat kurang. Namun, secara keseluruhan hasil monev hari ini sudah 40 persen lebih,” kata Imran.
Menurut Imran, monitoring di lapangan penting dilakukan untuk memastikan setiap program pemulihan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Evaluasi juga menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi sektor yang masih mengalami kendala sehingga dapat segera dicarikan solusi.
Sejumlah penanganan telah dilakukan sejak hari pertama pascabencana, mulai dari perbaikan sarana transportasi, penyaluran bantuan dana tunai, pemberian jaminan hidup (jadup), pembangunan hunian sementara (huntara), hingga proses normalisasi Krueng Meureudu.
Di sisi lain, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.A.S.Sos., menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terus memberikan dukungan dalam proses pemulihan daerah tersebut.
Sibral menegaskan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya tidak akan berhenti bekerja sebelum berbagai kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara optimal.
“Sejak pascabanjir kami sudah bekerja hingga hari ini dan kami akan terus bekerja untuk pemulihan ini. Kepada masyarakat, kami mohon doa dan bersabar karena hingga hari ini belum semuanya tertangani dengan baik,” ujar Sibral.
Bagi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, proses pemulihan pascabencana bukan sekadar mengembalikan kondisi fisik wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial secara normal.
Monitoring Tim PRRP kali ini menyasar sejumlah wilayah di Kecamatan Meurah Dua dan Meureudu, dengan fokus pada sektor pertanian dan perikanan yang menjadi bagian penting dalam pemulihan ekonomi masyarakat pascabanjir.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait, proses rehabilitasi dan rekonstruksi diharapkan terus bergerak lebih cepat. Capaian lebih dari 40 persen menjadi salah satu indikator bahwa upaya pemulihan terus berjalan, meski masih menyisakan pekerjaan yang harus dituntaskan.
(Herry)










