Situbondo, investigasi.news – Pemerintah Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa melalui Kapongan Award 2026. Ajang penghargaan tersebut menjadi bentuk evaluasi sekaligus apresiasi terhadap kinerja seluruh desa di wilayah Kecamatan Kapongan.
Kapongan Award 2026 digelar pada Kamis, 3 September 2026, pukul 13.00 WIB di Kecamatan Kapongan. Kegiatan tersebut diikuti oleh pemerintah desa se-Kecamatan Kapongan dengan mengusung tema “Kapongan Menembus Batas, Situbondo Naik Kelas.”
Penyelenggaraan Kapongan Award menjadi salah satu upaya Pemerintah Kecamatan Kapongan untuk menciptakan budaya kompetisi yang sehat antardesa. Kompetisi tersebut diharapkan mampu memotivasi setiap pemerintah desa agar terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan bagi masyarakat.
Pembangunan desa tidak hanya bergantung pada kemampuan pemerintah desa dalam menjalankan program dan kegiatan. Kualitas perencanaan, pendataan, pelaksanaan, pertanggungjawaban, sinergitas antarpihak hingga partisipasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan desa.
Kapongan Award 2026 pun tidak sekadar menjadi ajang penyerahan penghargaan. Kegiatan ini dirancang sebagai instrumen evaluasi untuk mengidentifikasi praktik-praktik baik yang telah dilakukan desa sekaligus mendorong perbaikan kinerja secara berkelanjutan.
Camat Kapongan Roy Hidayat mengatakan, Kapongan Award 2026 bukan semata-mata kegiatan untuk menentukan siapa desa yang terbaik. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi sarana evaluasi bersama bagi seluruh pemerintah desa untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pembangunan.
“Kapongan Award ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang paling penting adalah bagaimana seluruh desa dapat terus meningkatkan kualitas kinerja, memperbaiki kekurangan, dan menjadikan hasil penilaian sebagai bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik,” ujar Roy Hidayat.
Menurut Roy, setiap desa memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. Karena itu, melalui Kapongan Award, pemerintah kecamatan ingin mendorong seluruh desa agar terus melakukan pembenahan, meningkatkan inovasi serta menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Penilaian Kapongan Award 2026 dilakukan secara komprehensif dengan membagi indikator ke dalam dua kelompok besar, yakni aspek Pembangunan Desa serta Sinergitas dan Partisipasi.
Pada aspek pembangunan desa, sejumlah indikator menjadi perhatian tim penilai. Di antaranya adalah kualitas pendataan desa melalui Indeks Desa serta kelengkapan dan pemutakhiran data Prodeskel atau Epdeskel.
Selain pendataan, kualitas perencanaan desa juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Dokumen RPJM Desa, RKP Desa hingga APB Desa dievaluasi berdasarkan keterkaitannya dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan.
Tahapan pelaksanaan pembangunan turut menjadi indikator penilaian. Pemerintah desa dinilai dari ketepatan dan kelengkapan administrasi pengajuan kegiatan, pelaksanaan rembuk stunting, capaian scorecard hingga keberadaan dan perkembangan Badan Usaha Milik Desa atau BUM Desa.
Aspek pertanggungjawaban juga menjadi perhatian dalam Kapongan Award 2026. Ketepatan waktu, kelengkapan, transparansi dan kualitas laporan pertanggungjawaban desa menjadi bagian dari indikator yang menentukan nilai akhir setiap peserta.
Sementara itu, dalam kelompok sinergitas dan partisipasi, tim penilai memperhatikan koordinasi desa dalam pelaksanaan DTKP serta dukungan pemerintah desa terhadap optimalisasi pemungutan dan pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB.
Tingkat kehadiran dan keterlibatan pemerintah desa serta masyarakat dalam berbagai kegiatan pemerintah kecamatan dan inisiatif pemerintah kabupaten juga menjadi bagian dari penilaian. Dengan demikian, penghargaan tidak hanya mengukur administrasi, tetapi juga semangat kolaborasi dan partisipasi.
Roy Hidayat menegaskan, pembangunan desa harus dilaksanakan dengan perencanaan yang baik dan didukung data yang akurat. Selain itu, transparansi, pertanggungjawaban serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat.
“Harapan kami, desa-desa di Kecamatan Kapongan tidak hanya berlomba untuk mendapatkan penghargaan, tetapi juga berlomba memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Proses penilaian dilakukan melalui pengumpulan berbagai data dan dokumen, mulai dari administrasi pemerintahan desa, dokumen perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pertanggungjawaban, capaian indikator hingga data partisipasi dan sinergitas.
Setelah dilakukan verifikasi dokumen, setiap indikator diberikan skor berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Seluruh nilai kemudian direkapitulasi dan dihitung untuk menentukan nilai akhir sebelum dilakukan pemeringkatan.
Berdasarkan hasil pemeringkatan Kapongan Award 2026, Desa Kesambirampak berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih Desa Gebangan, sementara Juara III ditempati Desa Curah Cottok.
Roy mengapresiasi seluruh pemerintah desa yang telah mengikuti proses Kapongan Award 2026. Menurutnya, keberhasilan tiga desa yang meraih peringkat teratas harus menjadi motivasi bagi seluruh desa untuk terus belajar, melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Tidak ada desa yang kalah dalam semangat membangun. Yang ada adalah desa-desa yang terus belajar, melakukan evaluasi dan berusaha menjadi lebih baik. Inilah semangat yang ingin kita bangun melalui Kapongan Award,” tegasnya.
Ia berharap Kapongan Award dapat terus menjadi pemantik lahirnya inovasi dan praktik-praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Pemerintah Kecamatan Kapongan bersama seluruh pihak terkait juga diharapkan terus memperkuat pendampingan dan sinergi demi meningkatkan kualitas pembangunan desa.
Dengan semangat “Kapongan Menembus Batas, Situbondo Naik Kelas”, Roy berharap desa-desa di Kecamatan Kapongan semakin maju, mandiri, inovatif, transparan dan partisipatif. Ketika desa-desa mampu meningkatkan kualitas tata kelola dan pembangunan, maka kemajuan tersebut diyakini akan menjadi bagian penting dalam mendorong Kabupaten Situbondo semakin naik kelas.
(Agus)








