Puruk Cahu, investigasi.news– Kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax kembali menyelimuti Puruk Cahu dan sejumlah daerah di Kabupaten Murung Raya. Warga yang sudah berhari-hari kesulitan mendapatkan bahan bakar kini mulai menunjukkan kegelisahan. Situasi yang tak kunjung membaik ini langsung memantik perhatian serius dari Ketua Komisi I DPRD Murung Raya, Rejikinoor.
Politisi PPP yang dikenal vokal itu menilai pemerintah daerah tidak boleh sekadar menonton ketika aktivitas ekonomi masyarakat mulai tersendat. Ia mendesak Pemkab Murung Raya bergerak cepat dan membentuk tim investigasi khusus untuk mengurai akar persoalan yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
“Pemerintah harus cepat bergerak! Bentuk tim investigasi untuk memastikan apa penyebab kelangkaan BBM ini sebelum masyarakat makin terjepit,”tegas Kinoy pada 3 Desember 2025.
Menurutnya, kelangkaan yang berlangsung berkepanjangan sangat rawan dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang ingin meraup keuntungan pribadi. Ia mengingatkan agar pemerintah tidak membiarkan peluang permainan di sektor distribusi BBM.
“Jangan sampai ada yang menimbun, jangan ada yang bermain di tengah kesulitan warga. Ini masalah serius dan harus diusut tuntas,”tambahnya.
Kinoy juga menyoroti bahwa krisis BBM tidak hanya terjadi di pusat kota, tetapi turut merambat ke berbagai wilayah di Murung Raya. Hal ini menunjukkan adanya persoalan distribusi yang patut dicurigai, sehingga koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan Pertamina dinilainya mutlak diperlukan.
Sementara itu, pantauan pada Rabu (26/11) memperlihatkan kondisi lapangan yang tak kalah memprihatinkan. Para pedagang kios pinggir jalan yang biasa menjual BBM eceran terlihat pasrah menghadapi minimnya suplai, sedangkan warga terus bertanya-tanya kapan krisis ini akan berakhir.
Hingga kini, belum ada kepastian resmi kapan pasokan Pertalite dan Pertamax akan kembali normal. Warga hanya bisa berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar roda kehidupan di Puruk Cahu tidak terus tersendat. Zulmi







