Sawahlunto, investigasi.news – Diduga sempat sedikit heboh pascaedaran terkait kebijakan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melarang pengecer menjual LPG 3 kilogram (kg) belakangan ini, berimbas didaerah yang memiliki sedikit agen dan pangkalan namun memiliki daerah luas seperti dikota Sawahlunto.
“ biasanya beli kalau beli gas LPG 3 kg ke toko terdekat, kalau belinya langsung sangat jauh dan pakai motor dari warung ke pangkalan “ kata Maryati (32) penjual goreng di Sapan, Selasa (4/2/2025)
Ibu tiga anak itu juga tak tau ini berlaku sejak kapan, namun dia sepekan lalu sudah tiga kali beli langsung ke pangkalan karena kebetulan habis di toko dekat ia berjualan.
“ walau pun harga tak naik namun harus menjemput kepangkalan dengan motor nantinya” keluhnya.
Terkait kondisi itu, Kepala Dinas Perindagkop Kota Sawahlunto Tatang Sumarna mengakui kalau dikota ini hanya memiliki tiga agen LPG dan 75 pangkalan dan seratusan lebih pengecer.
“ kondisi saat ini masih terbilang stabil karena dari pantau harga yang masih tertinggi di daerah Silungkang yang jaungkauan harganya Rp25 ribu per tabung ditingkat pengecer” kata Tatang Sumarna.
Lebih jauh dia menyatakan akan mendorong upaya pengecer menjadi pangkalan dibeberapa titik lokasi yang sangat jauh dari pangkalan yang ada dengan mengupayakan kelengkapan dan persyarat sebagai pangkalan
Dia juga sedikit lega karena beberapa media sudah melansir presiden Prabowo beri instruksi pengecer bisa beli elpiji 3 kg. “ meski kondisi kota Sawahlunto masih aman, semoga ini kembali seperti biasa” pungkasnya. (tumpak)


















